PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Kementan Siapkan 2 Juta Hektare untuk Bioetanol, Target 8 Juta Lapangan KerjaDisperkim Makassar Dorong Warga Wujudkan Rumah Sehat hingga Tingkat RTKPK Kembali OTT Kepala Daerah, Bupati Bolmut DiamankanBansos Masuk Era Digital, Gus Ipul Kerahkan Tetangga Jadi Mata Data PemerintahKecamatan Manggala Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di BatuaAppi Minta Dunia Pendidikan Makassar Tak Gagap Hadapi Era AI, Karakter Tetap Jadi PeganganPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Kementan Siapkan 2 Juta Hektare untuk Bioetanol, Target 8 Juta Lapangan KerjaDisperkim Makassar Dorong Warga Wujudkan Rumah Sehat hingga Tingkat RTKPK Kembali OTT Kepala Daerah, Bupati Bolmut DiamankanBansos Masuk Era Digital, Gus Ipul Kerahkan Tetangga Jadi Mata Data PemerintahKecamatan Manggala Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di BatuaAppi Minta Dunia Pendidikan Makassar Tak Gagap Hadapi Era AI, Karakter Tetap Jadi Pegangan
NasionalNews

Banjir disertai Longsor di Garut dan Sumedang, 19 Tewas

493
×

Banjir disertai Longsor di Garut dan Sumedang, 19 Tewas

Sebarkan artikel ini

MEDIASULSEL.com – Sekitar 1.000 warga desa dievakuasi ke barak-barak militer dan tempat penampungan sementara lainnya. Hujan lebat dalam intensitas tinggi memcicu banjir dan tanah longsor di Kabupaten Garut dan Sumedang, Jawa Barat, menewaskan sedikitnya 19 warga desa.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, sembilan orang masih hilang di dua daerah tersebut.

Daerah Garut dihantam paling parah, dengan 16 orang tewas dan delapan orang masih hilang akibat meluapnya Sungai Cimanuk dan Sungai Cikamuri secara cepat Selasa malam (20/9) dan menyebabkan banjir bandang hingga ketinggian 1,5 hingga 2 meter.

Korban tewas di Garut termasuk bayi berusia 8 bulan, lima anak-anak dan tujuh perempuan. Sutopo mengatakan sekitar 1.000 warga desa dievakuasi ke barak-barak militer dan tempat penampungan sementara lainnya.

Tiga warga tewas di Sumedang dan satu lagi masih hilang setelah tanah longsor menimbun dua rumah dan menghancurkan sebuah masjid. Sekitar 100 warga dievakuasi. “Secara total ada lebih dari 30 warga yang terluka di kedua kabupaten,” ujar Sutopo, Rabu (21/9/2016).

Pencarian dan penyelamatan korban masih terus dilakukan Tim SAR gabungan, relawan dan masyarakat. Masyarakat diimbau untuk terus meningkatkan kewaspadaan akan ancaman banjir dan longsor.

Hujan akan terus meningkat hingga puncaknya Januari 2017 mendatang. La Nina, dan hangatnya perairan laut di Indonesia menyebabkan hujan melimpah, lebih besar dari biasanya sehingga dapat memicu banjir dan longsor. (isa/sp/voa)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com