PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.BBM Disebut Aman, Mengapa Antrean Mengular?Sengketa Lahan Petani Laoli di Luwu Timur Masuk PTUN, Aktivitas di Objek Perkara Diminta DihentikanNew and Now Gaza, Saatnya Perisai Umat DibutuhkanKuliah Tamu Unhas Bahas AI Tepercaya untuk Inovasi KesehatanAntrean BBM Mengular, Wali Kota Makassar Tekan Pertamina Benahi Pelayanan SPBUDarurat Bencana Kebijakan, Selamatkan NegeriPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.BBM Disebut Aman, Mengapa Antrean Mengular?Sengketa Lahan Petani Laoli di Luwu Timur Masuk PTUN, Aktivitas di Objek Perkara Diminta DihentikanNew and Now Gaza, Saatnya Perisai Umat DibutuhkanKuliah Tamu Unhas Bahas AI Tepercaya untuk Inovasi KesehatanAntrean BBM Mengular, Wali Kota Makassar Tekan Pertamina Benahi Pelayanan SPBUDarurat Bencana Kebijakan, Selamatkan Negeri
Nasional

Longsor Gunungan Sampah di TPST Bantargebang, 4 Tewas dan 5 Orang Masih Hilang

68
×

Longsor Gunungan Sampah di TPST Bantargebang, 4 Tewas dan 5 Orang Masih Hilang

Sebarkan artikel ini
Bantar Longsor
Suasana evakuasi Longsor gunungan sampah di TPST Bantargebang menyebabkan 13 orang menjadi korban. Hingga Senin (9/3/2026) pagi, delapan korban telah ditemukan, terdiri dari empat orang selamat dan empat lainnya meninggal dunia.

BEKASI — Longsor gunungan sampah di TPST Bantargebang menyebabkan 13 orang menjadi korban. Hingga Senin (9/3/2026) pagi, delapan korban telah ditemukan, terdiri dari empat orang selamat dan empat lainnya meninggal dunia.

Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari, mengatakan proses pencarian masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan di lokasi kejadian.

“Data korban selamat ada empat orang, ditemukan meninggal dunia empat orang,” ujar Desiana, Senin (9/3/2026).

Sementara itu, lima orang lainnya masih dilaporkan hilang dan sedang dalam proses pencarian. Korban yang masih dicari masing-masing bernama Riki, Hardianto, Ato, Dofir, serta satu orang yang belum diketahui identitasnya.

Dalam operasi pencarian tersebut, tim SAR mengerahkan sejumlah alat berat seperti ekskavator serta anjing pelacak K9 untuk membantu menemukan korban yang diduga masih tertimbun longsoran sampah.

Adapun korban meninggal dunia yang telah teridentifikasi yakni Enda Widayanti (25), Sumine (60), Dedi Sutrisno asal Karawang yang berprofesi sebagai sopir truk, serta Irwan Supriatin yang juga bekerja sebagai sopir truk.

Insiden longsor terjadi pada Minggu (8/3/2026) sekitar pukul 14.30 WIB, ketika gunungan sampah setinggi sekitar 50 meter di Zona IV TPST Bantargebang tiba-tiba runtuh.

Menanggapi peristiwa tersebut, Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menyebut longsor sampah di Bantargebang sebagai fenomena “gunung es” dari persoalan besar pengelolaan sampah di Jakarta.

Menurutnya, tempat pembuangan tersebut telah menampung sekitar 80 juta ton sampah selama 37 tahun sehingga berada dalam kondisi kritis.

“Kita harus selesaikan akar masalah sampah Jakarta agar tidak ada lagi korban,” kata Hanif.

Ia juga menegaskan penggunaan metode open dumping di TPST Bantargebang melanggar Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang pengelolaan sampah. Selain berisiko longsor, metode tersebut juga dinilai menjadi sumber pencemaran lingkungan yang serius.

Pemerintah, lanjut Hanif, akan melakukan penyidikan menyeluruh serta penegakan hukum guna memastikan pengelolaan sampah di ibu kota diperbaiki agar tragedi serupa tidak kembali terjadi. (Ag4ys)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com