BEKASI—Tim Dokter Spesialis Bedah Saraf Primaya Hospital Bekasi Timur sukses menjalankan tindakan Sacral Neuromodulation (SNM) pertama di Indonesia pada Februari 2026. Atas pencapaian tersebut, PINS Medical, perusahaan teknologi neuromodulasi asal Beijing, Tiongkok, memberikan penghargaan kepada tim yang dipimpin dr. Muhamad Aulia Rahman, Sp.BS-FTB, FINSS.
Selama bertahun-tahun, pasien Indonesia dengan gangguan berkemih akibat kerusakan saraf memiliki pilihan terapi yang terbatas. Sebagian bahkan harus mencari pengobatan ke luar negeri karena teknologi SNM belum tersedia di Indonesia.
Keberhasilan tindakan tersebut membuka akses masyarakat terhadap teknologi neuromodulasi berstandar internasional. Tindakan itu dipimpin dr. Muhamad Aulia Rahman bersama tim Dokter Spesialis Bedah Saraf Primaya Hospital Bekasi Timur.
SNM merupakan terapi yang memberikan stimulasi pada saraf sakral untuk membantu mengembalikan fungsi kandung kemih, usus, dan organ panggul yang mengalami gangguan akibat kerusakan saraf.
Berbeda dengan terapi konvensional yang hanya menangani gejala, SNM bekerja langsung pada sumber gangguan, yakni sistem saraf.
dr. Muhamad Aulia Rahman, Sp.BS-FTB, FINSS mengatakan banyak pasien belum menyadari gangguan yang dialaminya berasal dari kerusakan saraf. Akibatnya, kondisi tersebut kerap dianggap sebagai gangguan berkemih biasa.
“Sering kali kita hanya berusaha mengganti lampunya, padahal sumber masalahnya adalah aliran listrik yang tidak tersambung. Begitu pula pada pasien ini. Masalah utamanya bukan berada pada kandung kemih, melainkan pada saraf yang mengendalikan fungsi tersebut,” ujarnya.
Menurut dia, melalui Sacral Neuromodulation, stimulasi diberikan langsung pada saraf sehingga fungsi organ dapat kembali bekerja lebih optimal.
“Tindakan minimal invasif ini hanya memerlukan waktu sekitar 30 menit hingga satu jam,” kata dr. Aulia.
Lebih lanjut, ia mengatakan sebelum teknologi tersebut tersedia, pasien Indonesia umumnya harus mencari pengobatan ke luar negeri.
“Kami berharap kehadiran SNM menjadi awal berkembangnya layanan neuromodulasi di Indonesia sehingga semakin banyak pasien dapat memperoleh terapi yang sama tanpa harus meninggalkan negaranya,” tambahnya.
Keberhasilan tindakan pertama tersebut juga menjadi bagian dari pengembangan layanan Brain & Neuro, salah satu Center of Excellence Primaya Hospital.
Direktur Primaya Hospital Bekasi Timur, Dr. dr. Meizar Rizaldi, M.Ked.Klin., MM., MBA., FISQua, mengatakan pencapaian tersebut mencerminkan komitmen Primaya Hospital menghadirkan layanan medis berstandar internasional yang dapat diakses masyarakat Indonesia.
“Keberhasilan melakukan tindakan SNM pertama di Indonesia menjadi bukti nyata pengembangan layanan Brain & Neuro sebagai salah satu Center of Excellence Primaya Hospital,” ungkap dr. Meizar.
Ia mengatakan pihaknya ingin masyarakat Indonesia memiliki akses terhadap teknologi medis terkini tanpa harus mencari pengobatan ke luar negeri.
“Ke depan, kami akan terus menghadirkan inovasi yang didukung tenaga medis kompeten dan standar pelayanan terbaik agar semakin banyak pasien memperoleh kualitas hidup yang lebih baik,” lanjutnya.

Salah satu pasien pertama yang menjalani tindakan SNM, Ratna Ira Andriyanti (40), mengalami gangguan berkemih setelah kecelakaan.
Ia telah menjalani berbagai pengobatan, namun tidak membuahkan hasil karena penyebab utamanya merupakan gangguan saraf.
“Sebelumnya saya selalu khawatir saat beraktivitas karena sulit menahan buang air kecil. Setelah menjalani tindakan SNM, kondisi saya jauh lebih baik,” tutur Ratna.
Kini, kata Ratna, dirinya dapat kembali beraktivitas dengan lebih percaya diri.
“Saya bisa kembali beraktivitas dengan lebih percaya diri dan merasa mendapatkan kembali kualitas hidup saya. Saya sangat terharu dan bersyukur,” ujarnya.
Primaya Hospital berharap semakin banyak pasien dengan gangguan saraf berkemih dapat memperoleh terapi yang sebelumnya hanya tersedia di luar negeri. (*)















apakah tindakan SNM ini harus menjalani operasi besar atau termasuk prosedur yang minim sayatan? Berapa lama masa pemulihan setelah menjalani tindakan SNM? Apakah pasien bisa langsung beraktivitas kembali? maaf kalau kebanyakan nanya🙏
Berpa kisran biaya tindakan SNM di Primaya Hospital Bekasi Timur? Apakh sdh bisa menggunakan BPJS Kesehatan?