MAKASSAR – Plt Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sulsel, Faisal membantah dengan tegas tudingan Jaringan Aktivis dan Mahasiswa Anti Korupsi (Jamak) telah melakukan pemotongan biaya perjalanan dinas.

Faisal menegaskan tidak pernah melakukan pemotongan perjalanan dinas pegawai maupun lainnya, termasuk menginstruksikan semacam itu.

“Setelah adanya tudingan tersebut,saya lansung kumpulkan seluruh jajaran Dinas Kehutanan Provinsi Sulsel dan menyampaikan secara tegas saya tidak pernah melakukan dan menerima yang semacam itu,masuk kekantong pribadi,apa lagi sekarang adalah transaksi non tunai,” Tegas Faisal melalui sambungan telpon (14-2-20).

Dia menyebutkan kalau ada yang mengatasnamakan untuk melakukan pemotongan,agar disampaikan.

“Kalau ada yang mengatasnamakan saya, segera sampaikan jangan sampai ini mencemarkan nama saya, apa lagi sekarang seluruh pembayaran melalui non tunai,bisakah saya minta kembali uangmu,atau mengintruksikan semacam itu,” Sebutnya.

Faisal lebih jauh mengaku, selama ini tidak pernah bersentuhan lansung dengan semua orang termasuk memperlambat administrasi.

“Saya bilang, saya tidak pernah bersentuhan lansung dengan semua orang, saya tidak pernah memperlambat administrasi orang, karena saya tidak mau jadi pengganjal bagi orang, dan semua orang tahu itu,” Jelasnya.

Faisal menambahkan telah meminta Inspektorat untuk melakukan pemeriksaan khusus siapa yang melakukan hal semacam ini.

“Saya sudah meminta Inspektorat untuk melakukan pemeriksaan, agar dapat diketahui siapa yang melakukan hal semacam ini, karena kalau saya pasti yang demo saya bukan orang luar melainkan pegawai dinas kehutanan sendiri,” Tambahnya.

Selain itu Faisal menduga ada orang yang dengan sengaja ingin menjatuhkan dirinya.

“Saya menduga ada orang yang ingin menjatuhkan,” Tutupnya. [*]