JENEPONTO—Puluhan honorer R2-R3 mendatangi gedung DPRD Jeneponto, Senin (10/3/2025), untuk menyampaikan aspirasi tuntutannya, akan tetapi tak seorangpun anggota DPRD Jeneponto hadir menerima honorer ini?.
Ketua Aliansi Honorer R2-R3 Jeneponto, Amiruddin, S.Pdi, kepada Mediasulsel.com mengungkapkan, ada 6 poin penting yang menjadi honorer R2-R3 yang jumlahnya 770 orang di Kabupaten Jeneponto diantaranya:
1. Kami para tenaga honorer R2 dan R3 menyampaikan tuntutan honorer, agar kiranya melalui anggota DPRD Jeneponto untuk dapat membantu memperjuangkan nasib kepada pemerintah Kabupaten Jeneponto agar kiranya kami dapat diangkat menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) penuh waktu dan tidak ada lagi tes bagi honorer yang sudah ikut tes tahun lalu
2. Kami juga sebagai honorer R2 dan R3 menyampaikn harapan kepada para anggota DPRD Jeneponto yang terhormat untuk bagaimana dapat diperhatikan nasib kami agar diangkat menjadi PPPK penuh waktu.
3. Sehubungan dengan itu, melalui DPRD Jeneponto ini, kami tenaga honorer R2-R3 dengan tegas menyatakan mendukung penuh upaya pemerintah pusat dalam mengakomodir tenaga honorer di instansi pemerintah yang ada di daerah termasuk di Kabupaten Jeneponto ini.
4. Yang mana dalam hal ini, honorer R2-R3 melihat bentuk upaya pemerintah pusat memberikan perhatian kepada non ASN, agar pemerintah Kabupaten Jeneponto dapat mengikuti pusat, tentunya ini juga atas dukungan dan bantuan dari DPRD Jeneponto sehingga kami bisa diangkat menjadi PPPK penuh waktu.
5. Untuk itulah kepada anggota DPRD Jeneponto yang terhormat, besar harapan kami agar kita dapat duduk bersama untuk mendiskusikan masalah honorer R2-R3 yang ada di Kabupaten Jeneponto.
6. Besar harapan kami tenaga honorer R2-R3 mohon kiranya diangkat menjadi PPPK penuh waktu, apalagi diantaranya honorer R2-R3 sudah ada masa pengabdiannya sangat lama dari 10 sampai 20 tahun ini tidak terbaca K2 nya agar diberikan perhatian serius oleh BKPSDM Kabupaten Jeneponto untuk terbaca kembali K2 nya.
Aksi ini berakhir dengan penuh kekecewaan dan pulang tanpa hasil lantaran tak ada anggota DPRD yang hadir menerimanya. Para honorer ini berjanji akan kembali melakukan aksi lebih besar di gedung DPRD Jeneponto pada tanggal 17 Maret mendatang. (*)


















