PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Mulai Januari 2027, PPPK Penuh Waktu Didorong Jadi ASN Lewat Tes KompetensiOlympic of Statistics 2026 UNM Resmi Ditutup, Mahasiswa Sejumlah Kampus Bersaing di Ajang Statistik NasionalKapolri Dorong Polwan Indonesia Naik Kelas di Forum IAWP, Diikuti 43 NegaraRp130,4 Juta Digelontorkan untuk Pemuda Pangkep, KHDTK Tabo-Tabo Disiapkan Jadi Sentra EkowisataDPRD Makassar Dorong GERMAS dan Kesadaran Kesehatan Mental di Tengah MasyarakatMunafri Ajak Muslimat NU Makassar Kolaborasi dengan Dewan Lingkungan Atasi SampahPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Mulai Januari 2027, PPPK Penuh Waktu Didorong Jadi ASN Lewat Tes KompetensiOlympic of Statistics 2026 UNM Resmi Ditutup, Mahasiswa Sejumlah Kampus Bersaing di Ajang Statistik NasionalKapolri Dorong Polwan Indonesia Naik Kelas di Forum IAWP, Diikuti 43 NegaraRp130,4 Juta Digelontorkan untuk Pemuda Pangkep, KHDTK Tabo-Tabo Disiapkan Jadi Sentra EkowisataDPRD Makassar Dorong GERMAS dan Kesadaran Kesehatan Mental di Tengah MasyarakatMunafri Ajak Muslimat NU Makassar Kolaborasi dengan Dewan Lingkungan Atasi Sampah
Peristiwa

Bocah 3 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia Terseret Arus Selokan di Kapasa Raya

536
×

Bocah 3 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia Terseret Arus Selokan di Kapasa Raya

Sebarkan artikel ini
Bocah 3 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia Terseret Arus Selokan di Kapasa Raya
Seorang bocah laki-laki berusia tiga tahun ditemukan meninggal dunia setelah terseret arus selokan di kawasan Kapasa Baru, Kelurahan Kapasa Raya, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, pada Senin (16/12/2024) sore. (Foto: Humas Polsek Tamalanrea)

MAKASSAR—Seorang bocah laki-laki berusia tiga tahun ditemukan meninggal dunia setelah terseret arus selokan di kawasan Kapasa Baru, Kelurahan Kapasa Raya, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, pada Senin (16/12/2024) sore.

Kapolsek Tamalanrea, Kompol Muhammad Yusuf, S.Sos, memimpin langsung proses pencarian korban bersama personel Polsek Tamalanrea dan warga setempat. Korban berinisial MNI (3) ditemukan sekitar pukul 16.40 WITA di dalam gorong-gorong saluran air dalam kondisi sudah tidak bernyawa.

Kompol Muhammad Yusuf menjelaskan bahwa kejadian ini bermula ketika korban diduga terbawa arus selokan setelah bermain hujan di depan rumahnya bersama kakaknya yang berusia 14 tahun. Sang kakak sempat meninggalkan korban untuk masuk ke dalam rumah. Saat kembali ke luar, ia tidak menemukan adiknya, sehingga melaporkan kejadian tersebut kepada orang tua mereka.

“Kami menerima informasi dari Bhabinkamtibmas Kelurahan Kapasa Raya, Aiptu M. Arfa, bahwa seorang anak dilaporkan hilang sekitar pukul 11.00 WITA. Personel kami langsung dikerahkan untuk melakukan pencarian bersama warga setempat,” ujar Kompol Yusuf.

Pencarian dilakukan dengan menyisir sepanjang aliran selokan di sekitar tempat kejadian. Setelah upaya selama beberapa jam, korban akhirnya ditemukan tersangkut di gorong-gorong saluran air sekitar pukul 16.40 WITA.

Keterangan saksi menyebutkan bahwa hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut menyebabkan aliran air di selokan meluap dan menjadi deras. Diduga, korban terpeleset ke dalam selokan dan langsung terbawa arus hingga tersangkut di gorong-gorong.

Kompol Muhammad Yusuf mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap anak-anak, terutama saat bermain di sekitar saluran air atau selokan, terlebih saat musim hujan. “Kami turut berduka cita atas kejadian ini. Semoga menjadi pelajaran agar kita lebih memperhatikan keselamatan anak-anak, khususnya saat cuaca buruk,” tutupnya.

Peristiwa ini menambah daftar panjang kecelakaan anak-anak akibat terbawa arus di musim hujan. Pemerintah setempat diharapkan dapat memperbaiki sistem drainase agar kasus serupa tidak terulang di masa mendatang. (*)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com