JENEPONTO—Perayaan sholat Idulfitri di Jeneponto dipusatkan di lapangan Stadion Mini Turatea Belokallong, Kelurahan Balang Toa, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Senin (31/3/2025). Momentum ini menjadi sholat Idulfitri pertama kali bagi Bupati Paris Yasir, pasca dilantik pada tanggal 21 Maret 2025 lalu.
Perayaan sholat Idulfitri 1 Syawal 1446 H tahun 2025 dihadiri Bupati Jeneponto, Paris Yasir, mantan Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar, Sekda Jeneponto, Muh. Arifin Nur, Forkompinda, Pimpinan DPRD, OPD, pejabat jajaran Pemkab Jeneponto, dan seluruh lapisan warga masyarakat Kabupaten Jeneponto.
Sholat Idulfitri dipimpin Imam Ustaz Salihudddin, khotbah Idulfitri dibawakan oleh Ustaz Sampara Halik, bimbingan tata cara sholat Idulfitri oleh Ustaz Armin Jalle.
Didepan jamaah sholat Idulfitri, Bupati Jeneponto, Paris Yasir menyampaikan, 21 ramadan merupakan momen sangat penting bagi seluruh masyarakat Jeneponto, dengan dilantiknya Bupati dan Wakil Bupati Jeneponto periode 2025-2030.
“21 ramadan yang lalu adalah momentum bersejarah bagi masyarakat Kabupaten Jeneponto, pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Jeneponto periode 2025-2030,” tuturnya.
“Pelantikan ini bukan hanya tentang kami, saya dan Wakil Bupati Islam Iskandar tetapi tentang gigihnya perjuangan, kesabaran masyarakat Jeneponto, kesabaran yang akan menjadi penolong, ketenangan yang akan menuntun arah, karena takbir akan mencari jalannya sendiri,” ungkapnya.
Menurutnya, pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Jeneponto adalah awal dari perjalannya bersama Islam Iskandar untuk membangun Jeneponto yang lebih maju, adil, dan sejahtera dalam bingkai visi misi Jeneponto Bahagia 2025-2030 yaitu berkelanjutan, tangguh, berdaya saing, religius, inklusif, dan melaju.
“Ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh lapisan masyarakat, aparat penegak hukum, dan para penyelenggara, sehingga pelaksanaan pemilihan kepala daerah dapat berjalan aman, lancar, dan sukses, walaupun penuh dengan dinamika. Namun, itulah konsekuensi sebuah perjalanan demokrasi,” kata Paris Yasir.

“Permohonan maaf kepada seluruh lapisan masyarakat dan segenap yang terlibat dalam perhelatan demokrasi ini. Ada tindakan dan perkataan yang saling bersinggungan dan melukai perasaan, melalui momentum yang fitrih ini, kita semua kembali bersih dan bersatu merajut asa dalam rangka menuju jalan kebahagiaan,” ucapnya.
Pesta demokrasi telah berlalu, perbedaan yang ada ibarat warna pelangi kini telah sirna. “Mari kita tinggalkan perbedaan dan fokus pada tujuan. Saatnya kita menempuh jalan bahagia untuk membangun daerah ini tanah tempat kita berpijak, tempat kita menghirup udara, segar bersatu dalam genggaman tangan yang saling menguatkan,” paparnya.
“Program 99 hari kerja menjadi momentum untuk memulai ikhtiar keikhlasan kami kedepan. Kami ingin meningkatkan dan memudahkan pelayanan kepada masyarakat dengan memindahkan kantor-kantor pelayanan, kantor Dinas Catatan Sipil dan Dinas Sosial ke poros-poros jalan Kabupaten, mengatasi permasalah sosial seperti penanganan dan pengolahan sampah di mana hal ini merupakan tanggung jawab lapisan masyarakat dan pemerintah daerah hadir memfasilitasi pengelolaannya dengan baik,” jelasnya.
Selain itu, 99 hari kerja di periode kepemimpinannya bersama Islam Iskandar akan menargetkan pengadaan pemadam kebakaran di tiap-tiap daerah pemilihan. Paris pun memaparkan sejumlah program unggulan lain sesuai visi misinya dan menjadi target 99 hari kerja.
“Kami pun di program 99 hari kerja akan menargetkan pemadam kebakaran sebanyak 6 unit yang akan kami sebar di setiap daerah pemilihan dan bersifat multifungsi untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, intervensi proaktif dan responsif pada pertanian, ketahanan pangan, pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan pemerintahan melalui perubahan mindset secara utuh dan menciptakan budaya kerja menuju kebahagiaan,” kata Paris Yasir.
Untuk mencapai tujuan itu, Bupati Jeneponto, Paris Yasir mengajak seluruh elemen masyarakat agar bersatu padu, saling merangkul, tak bersekat dalam membangun daerah Butta Turatea yang sama-sama dicintai. (*)














