GOWA—Pelaku usaha dan petani di Malino mendapat pelatihan pemanfaatan artificial intelligence (AI) untuk membantu menjawab persoalan pertanian sekaligus mengembangkan inovasi wirausaha berbasis agroindustri.
Kegiatan bertajuk “Pelatihan Pemanfaatan Artificial Intelligence untuk Pengembangan Inovasi Wirausaha Berbasis Agroindustri” itu dilaksanakan tim dosen Jurusan Teknologi Pertanian, Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar (UNM) di Malino.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut dilaksanakan oleh Ayla Ainayyah. M, S.TP., M.T.P., Andi Muhammad Akram Mukhlis, S.T., M.Si., Nunik Lestari, S.T.P., M.Si., Nurul Muchlisah Zainuddin, S.TP., M.Si., Winda Kamal, S.Pd., M.Sc., dan Abdi Wahid Kurniawan, S.T., M.T.P.
Kegiatan itu juga melibatkan mahasiswa Fitriani Sambi dan Andreas Khairuddin. Dalam kegiatan tersebut, Ayla bertindak sebagai pembawa materi utama yang menyampaikan berbagai konsep dan praktik pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) secara aplikatif kepada peserta.
Sejak awal kegiatan, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi. Hal ini terlihat dari keaktifan mereka mengikuti sesi pemaparan materi hingga praktik langsung penggunaan AI, serta banyaknya pertanyaan yang diajukan terkait permasalahan yang mereka hadapi di lapangan.
Dalam pemaparannya, Ayla memperkenalkan konsep dasar AI dengan pendekatan yang sederhana dan mudah dipahami. Peserta diajak untuk mengenali bahwa teknologi AI sebenarnya telah hadir di sekitar kehidupan sehari-hari, termasuk dalam aktivitas pertanian yang mereka jalankan.
Materi kemudian dilanjutkan dengan pembahasan mengenai pemanfaatan AI dalam mendukung produktivitas pertanian dan pengembangan inovasi usaha. Peserta diberikan contoh konkret bagaimana AI dapat digunakan untuk menjawab berbagai kebutuhan, seperti mengidentifikasi solusi terhadap serangan hama, menentukan jenis pupuk yang tepat, hingga memperoleh rekomendasi teknik budidaya yang lebih efektif.
Sesi praktik menjadi salah satu bagian yang paling menarik perhatian peserta. Dalam sesi ini, peserta secara langsung mencoba menggunakan AI untuk mencari jawaban atas berbagai persoalan pertanian yang mereka alami.

Pendekatan ini memberikan pengalaman nyata bahwa AI dapat menjadi alat bantu yang mudah digunakan dalam pengambilan keputusan sehari-hari.
Selain itu, Ayla juga menekankan peran AI dalam mendorong inovasi wirausaha berbasis agroindustri. Peserta diajak untuk memanfaatkan AI dalam menggali ide produk baru, meningkatkan kualitas hasil pertanian, serta merancang strategi pemasaran yang lebih kreatif dan adaptif.
Tim pengabdian menyampaikan harapannya agar kegiatan ini dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi peserta. Dengan pemanfaatan teknologi AI secara tepat, pelaku usaha dan petani diharapkan mampu meningkatkan daya saing serta mengembangkan usaha yang lebih inovatif di tengah perkembangan teknologi.
Antusiasme peserta selama kegiatan menjadi gambaran bahwa pemanfaatan AI di sektor pertanian semakin relevan dan dibutuhkan. Melalui pelatihan ini, teknologi tidak lagi menjadi sesuatu yang jauh, tetapi mulai menjadi bagian dari solusi dalam menjawab tantangan di bidang agroindustri. (*)














