MAKASSAR — Sebuah tempat pengolahan kayu atau soumel milik H. Ahmad di Kompleks Perumahan Praja Gubernur, Jalan Praja Raya, Kelurahan Manggala, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, ludes terbakar, Selasa (25/8/2026) sekitar pukul 18.20 Wita.
Api pertama kali terlihat dari area soumel sebelum dengan cepat membesar. Kondisi itu dipicu banyaknya material kayu yang berada di dalam bangunan. Warga kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Dinas Pemadam Kebakaran Kota Makassar.
Personel Polsek Manggala yang dipimpin Pawas IPTU Ronny BS, SH juga tiba di lokasi untuk mengamankan area. Pengamanan turut melibatkan Bhabinkamtibmas Kelurahan Manggala AIPTU Al Faizal, S.Sos, Babinsa Serda Sukardi, serta Lurah Manggala Sukri Abbas, S.Sos., M.Si.
Sebanyak 10 unit armada pemadam kebakaran dikerahkan untuk menjinakkan kobaran api. Personel Brimob Polda Sulsel juga diterjunkan guna membantu pengamanan di sekitar lokasi dan mencegah warga mendekati area kebakaran.

Besarnya kobaran api membuat seluruh bangunan soumel, mesin pengolahan kayu, serta tumpukan kayu yang berada di dalamnya hangus terbakar. Petugas berjibaku hingga api akhirnya berhasil dikuasai sekitar pukul 20.20 Wita.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, seluruh aset di dalam soumel dilaporkan terbakar dan jumlah kerugian hingga kini belum dapat ditaksir. Penyebab munculnya api juga masih dalam penyelidikan pihak berwenang.
Lurah Manggala Sukri Abbas mengapresiasi respons cepat petugas pemadam kebakaran yang menurutnya berhasil mencegah api merembet ke bangunan di sekitar lokasi.
“Kami mengapresiasi petugas damkar yang datang cepat sehingga kebakaran dapat dicegah tidak sampai meluas ke lokasi lainnya,” ujar Sukri saat meninjau lokasi.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di tengah kondisi cuaca panas. Warga diminta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu api, termasuk membakar sampah sembarangan.
“Kami juga mengimbau kepada seluruh warga agar selalu waspada dan hati-hati dengan cuaca panas saat ini. Jangan sampai membakar sampah yang dapat menimbulkan kebakaran,” katanya.
Hingga berita ini diturunkan, aparat masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kebakaran dan memastikan nilai kerugian akibat peristiwa tersebut.(4r5)













