MAKASSAR, Sejumlah dosen dan mahasiswa S1, S2 serta alumni Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unhas, selama 2 hari, Sabtu 16 hingga Minggu, 17 Maret 2019, melaksanakan dan pengabdian masyarakat di Pulau Lumu-lumu, kelurahan Barrang Caddi, kecamatan Sangkarang, kota Makassar.
Menurut wakil dekan bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kemitraan FKM Unhas, Prof. Sukri Palutturi, SKM, M.Kes., MSc.PH, PhD, kegiatan yang diikuti 23 mahasiswa dan alumni serta 4 orang dosen tersebut dilaksanakan sebagai perwujutan tri darma perguruan tinggi, khususnya pengabdian masyarakat dalam bentuk Pelatihan teknik penyelaman yang sehat dan aman dan penyuluhan penyakit barotrauma pada nelayan tradisional.
Lebih lanjut Prof. Sukri kepada media sulsel melalui saluran telepon Minggu (17/3) mengatakan, bahwa 4 orang dosen K3 FKM Unhas yang terlibat langsung dalam kegiatan tersebut adalah yakni Dr. dr. Syamsiar Russeng, MS selaku Ketua tim Peneliti, Dr. Lalu Muhammad Saleh, SKM., M.Kes selaku koordinator lapangan, Awaluddin, SKM, M.Kes dan dr. Rum Rahim, M,Sc.
Kegiatan pelatihan teknik penyelaman dilakukan oleh penyelam professional alumni Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Unhas, Resky Setiawan dan Fikih Al Fikri. Teknik penyelaman diajarkan secara langsung kepada beberapa pemuda Pulau Lumu-Lumu dengan menggunakan alat selam yang telah terstandarisasi yakni menggunakan Scuba atau kompresor, masker, fins, dan wet belt.
“Melalui pelatihan ini diharapkan agar peserta dapat melakukan teknik penyelaman secara sehat dan aman,” tegas Prof Sukri.
Sementara itu penyuluhan barotrauma yang dilakukan untuk membina masyarakat nelayan dalam menjaga kesehatan khususnya penyakit barotrauma, dengan pemateri tunggal, Dr. dr. Syamsiar, setidaknya diikuti 30 warga, yang nampak antusias dengan melontarkan beberapa pertanyaan-pertanyaan kepada pemateri.
Lebih lanjut, koordinator lapangan, Dr. Lalu Muhammad Saleh, SKM., M.Kes, menyatakan, bahwa kegiatan tersebut merupakan aktualisasi diri terhadap tanggung jawab dosen kepada masyarakat yang merupakan bagian dari tri darma perguruan tinggi yakni penelitian dan pengabdian masyarakat.
“Kegiatan ini dilatarbelakangi tingginya angka penyakit barotrauma yang terjadi akibat perilaku penyelaman serta alat penyelaman yang tidak safety menjadi salah satu masalah yang terjadi di Pulau Lumu-Lumu, sehingga perlu ditemukan modifikasi atau model intervensi terkait teknik penyelaman yang sehat dan aman dalam mencegah terjadinya penyakit barotrauma pada nelayan tradisional di Pulau Lumu-Lumu,” tegas Dr. Lalu.
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kemitraan FKM Unhas, mengaku mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh Departemen K3 tersebut dan berharap kegiatan serupa dapat dilakukan oleh jurusan atau departemen lain, sehingga ilmu yang diperoleh dapat dipraktekkan secara langsung di lapangan terutama memberikan bekal keterampilan kepada mahasiswa.
Untuk diketahui Pulau Lumu-Lumu merupakan salah satu pulau terluar yang berada di Sulawesi Selatan, dengan jarak tempuh kurang lebih 3 jam dari pelabuhan Paotere, Kota Makassar , setidaknya dihuni sekitar 500 jiwa, yang sebagian besar masyarakat merupakan nelayan. (*/464ys)













