LUWU UTARA – Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A Dalduk KB) Sulsel Dr Fitriah Zainuddin Mendamping Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga Melakukan kunjungan di Kabupaten Luwu utara Jumat (13/11/2020).

Kedatangan Mentri PPPA bersama seluruh rombongan betul-betul menjadi magnet bagi masyarakat Kabupaten Luwu Utara, khususnya perempuan dan anak penyintas bencana banjir bandang,
Mereka tentu berharap ada hal baik yang dibawa sang Menteri. Mengingat kunjungan Menteri Bintang Puspayoga tak hanya sehari, tetapi tiga hari di Luwu Utara.

Harapan masyarakat tak bertepuk sebelah tangan. Kementerian PPPA yang dipimpinnya membawa 15 kegiatan pelatihan bagi korban bencana di Masamba dan Baebunta.

Pelatihan ini merupakan sinergi kegiatan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak pascabencana banjir bandang. Perempuan dan anak menjadi fokus Kementerian PPPA, mengingat mereka adalah kelompok yang paling rentan merasakan dampaknya.

Data resmi Pemda Lutra terkait kelompok rentan terdampak bencana banjir bandang kemarin, ada 4.962 dari kaum perempuan, 463 balita, 797 anak-anak, 260 lansia, dan 16 ibu hamil. Sekali lagi, data ini menunjukkan bahwa perempuan dan anak menjadi kelompok yang paling besar terkena dampak bencana kemarin.

Untuk itu, Kementerian PPPA memfasilitasi berbagai kegiatan di Kabupaten Luwu Utara, khususnya di dua kecamatan, Masamba dan Baebunta.

“Sebagai bentuk dukungan pemulihan kembali pascabencana, Kementerian PPPA memfasilitasi berbagai kegiatan, berupa Peresmian Posko Ramah Perempuan dan Anak, Pelatihan Anggota Sub Klaster Perlindungan Perempuan dan Anak dari Kekerasan Berbasis Gender dalam Bencana, Pelatihan bagi SDM Pengelola Pos Ramah Perempuan dan Anak (PRPA), Pelayanan Konseling Psikososial bagi Penyintas Bencana, serta beberapa pelatihan keterampilan,” jelas Bintang.

Masih dikatakan Bintang Puspayoga, pemenuhan kebutuhan spesifik perempuan dan anak, seperti kebutuhan mandi, baju dalam anak laki-laki dan perempuan, kerudung anak, pemenuhan gizi anak, obat-obatan, perlengkapan sekolah dan alat tulis, perlengkapan masak, permainan anak, alat musik, mesin jahit, sarung, masker, dan sarana edukasi lainnya juga menjadi concern atau perhatian dari Kementerian PPPA di Kabupaten Luwu Utara.

Untuk itu, kata dia, bangkit setelah diterpa bencana dibutuhkan upaya masif melalui sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, masyarakat, dunia usaha, media, dan akademisi guna bersama-sama mendukung proses pemulihan pascabencana. Kali ini Kementerian PPPA membangun sinergi dengan Kementerian Desa, IWAPI, BTN, Telkom, HIMPSI, Dinas DP3A Dalduk KB Sulsel, dan Dinas PPPA Lutra.

“Kita ingin Luwu Utara cepat pulih dan bangkit kembali. Makanya kita membangun sinergi yang kuat dengan berbagai pihak untuk bersama-sama berjuang demi penyintas bencana. Semoga ini tetap berjalan,” harap dia.

Sebelumnya, Pjs Bupati Luwu Utara, Muhammad Iqbal Suhaeb, mengatakan bahwa kedatangan Menteri PPPA di Luwu Utara tentu membawa hal yang baik bagi masyarakat, khususnya korban bencana.

“Kami bersyukur karena ibu Menteri fokus pada proses recovery karena memang Kementerian PPPA lebih concern pada proses pemulihan jangka panjang. Semoga kehadiran ibu Menteri dapat membangun beberapa program, utamanya membangun dan menata masa depan warga Luwu Utara yang terdampak bencana untuk bisa bangkit kembali,” kata Iqbal.

Bahkan, Iqbal mengatakan, sebagai miniatur Indonesia, pemerintah pusat sudah saatnya juga dapat membangun Indonesia dari Luwu Utara.

“Support dari pemerintah pusat atas kedatangan ibu Menteri di Luwu Utara sangat dibutuhkan oleh masyarakat kita. Semoga Luwu Utara bisa menjadi prioritas pengembangan program pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di Indonesia,” ujar Iqbal. [*]