Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Sulsel merespon cepat keinginan Gubernur Sulsel yang ingin mengembalikan kejayaan sutera Sulsel.

Skretaris Dinas Kehutanan provinsi sulsel Faisal mengaku,telah melakukan pertemuan bersama dikabupaten wajo dengan pihak pemerintah kabupaten wajo,pemerintah soppeng,untuk mengembalikan kejayaan sutera didaerah ini.

“Jadi Kemarin itu kami sudah melakukan pertemuan bersama,dan dinas kehutanan mendapatkan tugas disektor hulu dan dinas perindustrian disektor hilir,” Ungkap Faisal.

Ia menyebutkan pada pertemuan itu dibahas cara memproduksi kokom dengan mempersiapkannya secara tekhnis mulai dari ketersediaan lahannya,serta peralatan pendukung lainnya seperti pompa air dan alat pemeliharaan ulat kecil dan besar.

“Kami sudah membicarakan secara tekhnis segala kebutuhan yang diperlukan,seperti untuk lahan dikabupaten wajo sekitar 100 hektar kemudian di kabupaten soppeng,” Sebutnya.

Faisal juga mengaku anggaran yang dibutuhkan sekitar 5,3 milyar rupiah,dengan masing-masing kabupaten saling bersinergi.

“Anggaran yang dibutuhkan itu sekitar 5,3 Milyar kemudian kabupaten Soppeng dan Wajo saling bersinergi dengan dukungan pemerintah provinsi Sulsel termasuk nantinya akan ada pelatihan dan pembelajaran di Bangkok, Thailand yang merupakan salah satu penghasil sutera terbesar,” Jelasnya.

Lebih jauh Dia mengaku, diakhir tahun ini diharapkan sudah bisa memproduksi benang sehingga semua yang telah direncanakan bisa berjalan lancar.

“Upaya untuk mengimpor sumber telur ulat sutera yang berasal cina atau india pasti akan sedikit tergangu dengan adanya firus corona,sehingga sambil menunggu itu kebutuhan yang lainnya sudah harus dipersiapkan seperti murbei,” tegasnya.

Faisal menambahkan Rapat akan dilaksanakan secara rutin untuk melihat kendala yang terjadi serta upaya penyelesaiannya sehingga semua sesuai yang diharapkan.

“Kami tentunya akan terus melakukan rapat secara rutin untuk melihat perkembangannya dengan harapan keinginan Gubernur Sulsel akan kejayaan sutera segera terwujud,” Tutupnya. [*]