PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Kementan Siapkan 2 Juta Hektare untuk Bioetanol, Target 8 Juta Lapangan KerjaDisperkim Makassar Dorong Warga Wujudkan Rumah Sehat hingga Tingkat RTKPK Kembali OTT Kepala Daerah, Bupati Bolmut DiamankanBansos Masuk Era Digital, Gus Ipul Kerahkan Tetangga Jadi Mata Data PemerintahKecamatan Manggala Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di BatuaAppi Minta Dunia Pendidikan Makassar Tak Gagap Hadapi Era AI, Karakter Tetap Jadi PeganganPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Kementan Siapkan 2 Juta Hektare untuk Bioetanol, Target 8 Juta Lapangan KerjaDisperkim Makassar Dorong Warga Wujudkan Rumah Sehat hingga Tingkat RTKPK Kembali OTT Kepala Daerah, Bupati Bolmut DiamankanBansos Masuk Era Digital, Gus Ipul Kerahkan Tetangga Jadi Mata Data PemerintahKecamatan Manggala Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di BatuaAppi Minta Dunia Pendidikan Makassar Tak Gagap Hadapi Era AI, Karakter Tetap Jadi Pegangan
News

BNPT: Moderasi Beragama Cara Tepat Lawan Intoleransi

1044
×

BNPT: Moderasi Beragama Cara Tepat Lawan Intoleransi

Sebarkan artikel ini
BNPT: Moderasi Beragama Cara Tepat Lawan Intoleransi
Kepala Subdirektorat Pemulihan Korban BNPT, Kolonel (Czi) Roedy Widodo saat menjadi pemateri di kegiatan Internalisasi Nilai-nilai Agama dan Budaya dalam Menumbuhkan Harmoni di Sekolah yang diselenggarakan oleh BNPT dan FKPT di Bintan, Kepulauan Riau.

BINTAN, KEPRI – Kepala Subdirektorat Pemulihan Korban BNPT, Kolonel (Czi) Roedy Widodo, menyebut intoleransi sebagai cikal bakal sikap radikal dan aksi terorisme. Moderasi beragama dinilainya sebagai langkah tepat untuk duterapkan mengatasi permasalahan tersebut.

Demikian disampaikan Roedy saat menjadi pemateri di kegiatan Internalisasi Nilai-nilai Agama dan Budaya dalam Menumbuhkan Harmoni di Sekolah yang diselenggarakan oleh BNPT dan Forum Koordinasi Pencegaha Terorisme (FKPT) di Bintan, Kepulauan Riau, Kamis (12/3/2020).

“Selain intoleran, ciri-ciri lain radikalisme dan terorisme adalah anti Pancasila, anti NKRI, dan sangat mudah mengkafirkan orang lain,” ujar Roedy.

Dalam paparannya Roedy juga mengatakan, sifat dan sikap radikal seseorang tidak dapat dilihat hanya secara fisik, sehingga setiap orang tidak dibenarkan melakukan justifikasi.

Pelibatan guru mata pelajaran agama yang dilaksanakan oleh BNPT dan FKPT pada tahun 2020, masih kata Roedy, memilih tema moderasi beragama.

Hal itu dinilainya sebagai kebutuhan untuk disebarluaskan dalam mengatasi tantangan penyebarluasan paham radikal terorisme.

“Moderasi beragama adalah ketika setiap umat beragama dapat menjalankan ajaran agamanya dengan bebas tanpa adanya tekanan pihak manapun. Intinya adalah sikap toleran yang akan mampu membendung munculnya sikap radikal dan aksi terorisme,” jelas Roedy.

Sementara Kepala Bidang Politik Dalam Negeri Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Kepulauan Riau, Elman Krisos, pada kesempatan yang sama menyebut kearifan lokal sebagai sarana yang tepat membendung penyebarluasan paham radikal terorisme.

Dalam konteks Kepulauan Riau, Gurindam 12 dinilainya memiliki korelasi yang tepat dengan moderasi beragama.

“Tanamkan makna-makna yang terkandung dalam Gurindam 12 pada anak-anak kita, agar mereka mampu saling menghargai sesama. Kemampuan menghargai itulah yang diharapkan muncul dari moderasi beragama,” ujar Elwan. [shk/cr/shar]

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com