MAKASSAR – Pemerintah Provinsi Sulsel melalui Dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak,Pengendalian penduduk,Keluarga berencana (DP3A-Dalduk KB) Provinsi Sulsel melakukan advokasi dan pendampingan terhadap NS gadis 12 tahun yang menikah dengan Seorang pria berusia 44 tahun di Lamajakka, Kabupaten Pinrang.

Plt Kepala Dinas DP3A-Dalduk KB Provinsi Sulsel Iqbal Suhaeb mengaku,telah bertemu dengan NS dan pihaknya terus memberikan pendampingan psikolog.

“Jadi kami sudah bertemu dengan NS,awalnya dia tidak mau berbicara atau berkomunikasi dan memusuhi semua orang karena mungkin sangat trauma,tapi setelah dilakukan pendekatan, akhirnya sudah bersedia berbicara,Ungkap Iqbal melalui pesan whatsup,senin (27/7).

Ia menyebutkan saat ini NS terus dalam pendampingan psikolog dan untuk sementara tinggal bersama saudaranya.

“Saat ini NS lagi didampingi psikolog pergi berbelanja beberapa keperluan yang dibutuhkannnya,dan nantinya untuk sementara akan tinggal bersama saudara bapak kandungnya,sehingga memudahkan untuk melakukan komunikasi dan pendampingan,”Sebutnya.

Mantan PJ Walikota Makassar ini menambahkan,selain melakukan pendampingan psikolog,NS diusahakan mendapatkan pendidikan kejar paket A agar mendapat ijazah SD.

“Kami selain memberikan pendampingan Psikolog,NS juga diusahakan mendapatkan pendidikan kejar paket A agar mendapat ijazah SD.Serta Setelah itu akan diberi beasiswa lanjut SMP,”Pungkas Iqbal.

Diketahui Pernikahan beda usia antara Baharuddin berusia 44 tahun Sementara NS 12 tahun,yang digelar pada tanggal 30 Juni lalu di Lamajakka, Kabupaten Pinrang Provinsi sulsel viral dimedia sosial.

Pernikahan Baharuddin dengan NS tiba-tiba menjadi perbincangan karena Selisih usia 32 tahun antara kedua mempelai.

Dalam perkembangannya,pernikahan ini dilakukan untuk menutupi aksi bejat ayah tiri pelaku yang telah mencabuli NS sejak 2018. [*]