MAKASSAR –  Dinas dan perlindungan Anak (DPPPA) Provinsi Sulsel, terus melakukan pendampingan psikolog bagi korban penganiayaan dan penyandraan orang tuanya sendiri yaitu Mansyur.

Kepala Dinas PPPA Provinsi Sulsel Andi Ilham Gazaling mengatakan,p psikolog akan terus diberikan kepada Mansyur,untuk menghilangkan trauma yang dialaminya.

“Pendampingan psikolog akan terus diberikan selama satu minggu kedepan sambil melihat sejauh mana perkembangan korban penyekapan dan penganiayaan itu,Ungkap Ilham Gazaling saat ditemui di UPT Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) provinsi Sulsel.

“Koordinasi dengan keluarga terdekat mansyur juga terus dilakukan termasuk dengan pemerintah kabupaten bulukumba yang merupakan tempat asalnya,Tegasnya.

Sebagai informasi kasus penganiayaan dan penyanderaan terhadap anak bernama mansyur yang dilakukan oleh orang tua kandungnya sendiri terjadi di Kecamatan Gantarang, Kelurahan Galanggang Kabupaten Bulukumba.

Mansyur disekap orang tua kandungnya yakni Penni dan Humairah selama sembilan tahun di kamar mandi atau WC,dan diberi makan serta dipekerjakan secara tidak wajar.

Peristiwa itu terkuak setelah Mansyur berhasil lolos dengan cara menggigit pintu WC dan lari. Mansyur lalu dirujuk ke Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Sulsel yang merupakan naungan Dinas Permberdayaan Perempuan dan perlindungan anak (DPPA) Sulsel untuk mendapat pertolongan. (*)