Beranda » Biro Humas Pemprov Sulsel » DPPPA Sulsel Gelar Sosialisasi Pencegahan KDRT
DPPPA Sulsel Gelar Sosialisasi Pencegahan KDRT
Biro Humas Pemprov Sulsel

DPPPA Sulsel Gelar Sosialisasi Pencegahan KDRT

MAKASSAR – Dalam rangka memperingati Hari Ibu ke-91 yang jatuh setiap tanggal 22 Desember, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Provinsi Sulawesi Selatan menggelar sejumlah rangkaian kegiatan, salah satunya Sosialisasi Pencegahan Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT). Kegiatan ini diikuti oleh sejumlah perwakilan organisasi wanita se Sulawesi Selatan.

Kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Gammara Makassar, Jumat (22/11/2019) ini, juga dihadiri oleh Ketua TP PKK Provinsi Sulsel, Hj Liestiaty F Nurdin dan Ketua DWP Provinsi Sulsel Sri Rejeki.

Kepala Dinas PPPA Provinsi Sulsel, Ilham A. Gazaling mengungkapkan, berdasarkan laporan melalui aplikasi Simfoni PPA hingga Agustus 2019 angka kekerasan terhadap perempuan di Sulsel menyentuh angka 605 kasus.

“Dari jumlah itu, sekira 45 persen merupakan kekerasan yang terjadi di ranah personal atau rumah tangga,” ungkapnya.

Untuk itu, menurut Ilham, diperlukan upaya yang menyeluruh dan fundamental dalam rangka pencegahan dan pengenalan potensi KDRT pada semua elemen masyarakat.

Menurut Ilham, hal yang perlu dikuatkan adalah ketahanan keluarga yang menyentuh fase dimana kehidupan berkeluarga dan pembangunan rumah tangga akan dimulai. “Kelompok sasaran potensial yang perlu dikuatkan adalah organisasi perempuan yang akan melakukan kegiatan ke masyarakat seperti PKK dan DWP serta organisasi wanita lainnya,” jelasnya.

Ilham berharap, dengan adanya sosialisasi ini, seluruh peserta nantinya bisa menindaklanjuti dengan kegiatan yang sama pada komunitas atau organisasi masing-masing.

Sisi lain, lanjut Ilham, yang juga perlu mendapatkan perhatian adalah pencegahan KDRT pada kaum muda atau milenial yang dinilai berpotensi membantu menurunkan angka kekerasan dan perceraian jika memahami potensi KDRT sejak dini.

“Semoga dengan adanya sosialisasi ini Sulawesi Selatan bisa menjadi Provinsi percontohan dengan zero kasus KDRT,” pungkasnya. [*]