Advertisement - Scroll ke atas
Sulsel

Efisiensi Rp1,4 Triliun, Pemprov Sulsel Tunjukkan Tata Kelola Anggaran yang Produktif

582
×

Efisiensi Rp1,4 Triliun, Pemprov Sulsel Tunjukkan Tata Kelola Anggaran yang Produktif

Sebarkan artikel ini
Efisiensi Rp1,4 Triliun, Pemprov Sulsel Tunjukkan Tata Kelola Anggaran yang Produktif
Peringatan Hari Jadi ke-356 Sulawesi Selatan menjadi ajang pembuktian Gubernur Andi Sudirman Sulaiman dalam menghadirkan pemerintahan yang efisien, transparan, dan berorientasi hasil. Dalam rapat paripurna istimewa di Kantor Gubernur Sulsel, Minggu (19/10/2025), Andi Sudirman menegaskan bahwa efisiensi menjadi kunci utama dalam menata pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan.

MAKASSAR—Momentum peringatan Hari Jadi ke-356 Sulawesi Selatan menjadi ajang pembuktian Gubernur Andi Sudirman Sulaiman dalam menghadirkan pemerintahan yang efisien, transparan, dan berorientasi hasil.

Dalam rapat paripurna istimewa di Kantor Gubernur Sulsel, Minggu (19/10/2025), Andi Sudirman menegaskan bahwa efisiensi menjadi kunci utama dalam menata pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan.

Advertisement
Scroll untuk melanjutkan

Pemerintah Provinsi Sulsel mencatat efisiensi anggaran mencapai Rp1,4 triliun yang diperoleh dari optimalisasi belanja di 52 perangkat daerah. Langkah ini disebut sebagai bukti nyata reformasi birokrasi yang berdampak langsung pada masyarakat.

“Efisiensi ini bukan berarti memangkas pelayanan, tapi menata kembali anggaran agar lebih tepat guna dan berdaya hasil tinggi,” ujar Andi Sudirman dalam sambutannya.

Dari hasil efisiensi tersebut, sektor infrastruktur menjadi penerima manfaat terbesar dengan alokasi Rp558,5 miliar, disusul sektor pendidikan sebesar Rp220 miliar, dan kesehatan sebesar Rp97,4 miliar.

Sektor pertanian dan peternakan juga mendapat perhatian dengan tambahan Rp84,88 miliar, sementara kelautan dan perhubungan masing-masing menerima Rp70,74 miliar dan Rp26,3 miliar.

Dana hasil efisiensi itu kemudian dialihkan untuk memperkuat program prioritas dan mendukung kebijakan nasional melalui Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025.

Hasilnya, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sulsel meningkat dari Rp4,83 triliun menjadi Rp5 triliun, menandakan tata kelola keuangan yang semakin sehat dan produktif.

“Langkah efisiensi ini memperkuat fiskal daerah sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap birokrasi,” jelasnya.

Kinerja positif tersebut turut mendapat apresiasi dari Wakil Menteri Dalam Negeri Komjen Pol (Purn) Akhmad Wiyagus yang hadir mewakili Mendagri. Ia menilai, Sulawesi Selatan kini menjadi contoh daerah dengan tata kelola anggaran yang efisien dan perekonomian yang tangguh.

“Sulsel adalah simpul harapan Indonesia Timur. Pelabuhan ramai, rel kereta hidupkan logistik, dan layanan publik makin cepat serta bersahabat. Itulah bukti hadirnya negara di tengah rakyat,” ujarnya.

Peringatan ke-356 tahun Sulawesi Selatan kali ini bukan sekadar seremoni, tetapi momentum menunjukkan bahwa efisiensi dapat berjalan seiring dengan pemerataan pembangunan dan kesejahteraan rakyat. (Y5l/Ag4ys)

error: Content is protected !!