PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Kementan Siapkan 2 Juta Hektare untuk Bioetanol, Target 8 Juta Lapangan KerjaDisperkim Makassar Dorong Warga Wujudkan Rumah Sehat hingga Tingkat RTKPK Kembali OTT Kepala Daerah, Bupati Bolmut DiamankanBansos Masuk Era Digital, Gus Ipul Kerahkan Tetangga Jadi Mata Data PemerintahKecamatan Manggala Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di BatuaAppi Minta Dunia Pendidikan Makassar Tak Gagap Hadapi Era AI, Karakter Tetap Jadi PeganganPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Kementan Siapkan 2 Juta Hektare untuk Bioetanol, Target 8 Juta Lapangan KerjaDisperkim Makassar Dorong Warga Wujudkan Rumah Sehat hingga Tingkat RTKPK Kembali OTT Kepala Daerah, Bupati Bolmut DiamankanBansos Masuk Era Digital, Gus Ipul Kerahkan Tetangga Jadi Mata Data PemerintahKecamatan Manggala Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di BatuaAppi Minta Dunia Pendidikan Makassar Tak Gagap Hadapi Era AI, Karakter Tetap Jadi Pegangan
Opini

Fenomena Sikap People Pleaser di Era Digital: FOMO Penyebabnya?

540
×

Fenomena Sikap People Pleaser di Era Digital: FOMO Penyebabnya?

Sebarkan artikel ini
Fenomena Sikap People Pleaser di Era Digital: FOMO Penyebabnya?
Enjelina Lumban Gaol (Mahasiswa Universitas Negeri Jambi)

OPINI—FOMO (Fear of Missing Out) telah menjadi salah satu alasan utama meningkatnya kecanduan media sosial di era digital. Perasaan takut ketinggalan tren ini mendorong banyak orang, terutama generasi muda, untuk mengikuti apa saja yang sedang populer, seringkali tanpa pertimbangan matang.

Apa Itu FOMO dan People Pleaser?

FOMO adalah ketakutan akan kehilangan atau tidak ikut terlibat dalam suatu aktivitas, tren, atau pengalaman yang dianggap menarik. Istilah ini populer di kalangan Gen Z dan sering digunakan untuk menggambarkan tekanan sosial yang muncul akibat media sosial.

Menurut Przybylski et al. (2013), FOMO ditandai dengan keinginan terus-menerus untuk terkoneksi dengan aktivitas orang lain, khususnya di media sosial.

People pleaser, di sisi lain, adalah seseorang yang cenderung mengutamakan kebutuhan orang lain demi mendapatkan penerimaan atau pengakuan. Sifat ini sering muncul pada individu dengan rasa percaya diri rendah dan keinginan kuat untuk diakui.

Ketika FOMO bertemu dengan sifat people pleaser, seseorang akan merasa terjebak dalam lingkaran tekanan sosial, sulit mengatakan “tidak,” dan sering mengorbankan kebahagiaan pribadi.

Era Digital: Pemicu dan Dampaknya

Media sosial telah menjadi pusat interaksi di era digital, menawarkan informasi, hiburan, dan sekaligus menciptakan standar sosial yang tidak realistis. Hal ini memperparah kondisi FOMO dan sikap people pleaser, dengan dampak nyata seperti:

  1. Tekanan untuk Selalu Relevan:
    Tren media sosial berubah dengan cepat, memaksa banyak orang untuk terus mengikuti agar tidak merasa “ketinggalan zaman.” Misalnya, membeli produk viral tanpa memikirkan manfaatnya atau ikut serta dalam tantangan daring hanya demi terlihat “in.”
  2. Kecanduan Validasi Sosial:
    Media sosial memberikan metrik seperti jumlah likes dan komentar yang menjadi tolok ukur penerimaan sosial. People pleaser sering terobsesi mendapatkan validasi ini, bahkan dengan mengubah kepribadian mereka untuk memenuhi ekspektasi dunia maya.
  3. Ekspektasi yang Tidak Realistis:
    Media sosial sering menampilkan “sisi terbaik” kehidupan orang lain, memicu tekanan untuk mencapai standar yang sulit. Akibatnya, muncul perasaan stres dan rendah diri pada mereka yang berusaha menyenangkan semua orang.

Dampak FOMO dan People Pleaser

Jika tidak dikelola dengan baik, kedua fenomena ini dapat memberikan dampak serius, seperti:

  • Stres dan Burnout: Usaha memenuhi ekspektasi orang lain dapat menguras energi emosional dan mental.
  • Kehilangan Jati Diri: Fokus pada kebutuhan orang lain membuat seseorang melupakan apa yang sebenarnya penting bagi dirinya sendiri.
  • Relasi Dangkal: Hubungan yang dibangun atas dasar menyenangkan orang lain sering tidak tulus dan rentan.

Cara Mengatasi People Pleaser dan FOMO

Mengatasi kedua masalah ini membutuhkan kesadaran dan strategi yang tepat. Berikut beberapa langkah yang dapat diambil:

  1. Kenali Prioritas dan Batasan:
    Jangan ragu mengatakan “tidak” jika suatu permintaan tidak sesuai dengan nilai atau tujuan hidupmu.
  2. Latih Self-Compassion:
    Hargai usaha yang telah dilakukan dan terima bahwa tidak semua orang akan menyukai dirimu.
  3. Kurangi Ketergantungan pada Media Sosial:
    Batasi waktu di media sosial dan fokus pada pencapaian diri sendiri.
  4. Bangun Dukungan Positif:
    Kelilingi dirimu dengan orang-orang yang menerima dirimu apa adanya.
  5. Belajar Menolak dengan Elegan:
    Menolak sesuatu yang tidak sesuai bukan berarti egois. Sebaliknya, ini menunjukkan penghormatan terhadap diri sendiri.

FOMO dan sikap people pleaser adalah tantangan nyata di era digital yang serba terkoneksi. Namun, dengan langkah-langkah yang tepat, kita bisa mengelola tekanan sosial ini dan menjalani hidup lebih otentik. Ingat, kebahagiaan sejati dimulai saat kita berhenti membandingkan diri dengan orang lain dan mulai menerima diri apa adanya. (*)

 

Penulis: Enjelina Lumban Gaol (Mahasiswa Universitas Negeri Jambi)

 

***

 

Disclaimer: Setiap opini/artikel/informasi/ maupun berupa teks, gambar, suara, video dan segala bentuk grafis yang disampaikan pembaca ataupun pengguna adalah tanggung jawab setiap individu, dan bukan tanggungjawab Mediasulsel.com.

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com