PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.GPM Makassar Diserbu Warga, Beras SPHP 5 Kg Dijual Rp58 RibuPI Migas Blok Sengkang Naik Jadi 10 Persen, Wajo Dapat 50 Persen untuk Daerah PenghasilKortastipidkor Polri Geledah Kantor dan Rumah Jabatan Bupati Gowa, Dugaan Pungli PBG Makin MelebarBone Rebut Piala Gubernur Sulsel 2026, Juara Bertahan Sidrap Tumbang di Adu PenaltiPergantian Ketua DPRD Jeneponto Mandek, Pimpinan Minta Berkas NasDem Dikonsultasikan ke PemprovTiga Pegawai Gugur di Papua, Mentan Amran Jamin Sekolah Anak hingga Dapat PekerjaanPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.GPM Makassar Diserbu Warga, Beras SPHP 5 Kg Dijual Rp58 RibuPI Migas Blok Sengkang Naik Jadi 10 Persen, Wajo Dapat 50 Persen untuk Daerah PenghasilKortastipidkor Polri Geledah Kantor dan Rumah Jabatan Bupati Gowa, Dugaan Pungli PBG Makin MelebarBone Rebut Piala Gubernur Sulsel 2026, Juara Bertahan Sidrap Tumbang di Adu PenaltiPergantian Ketua DPRD Jeneponto Mandek, Pimpinan Minta Berkas NasDem Dikonsultasikan ke PemprovTiga Pegawai Gugur di Papua, Mentan Amran Jamin Sekolah Anak hingga Dapat Pekerjaan
Piala Dunia

FIFA Denda Asisten Pelatih Kroasia karena Dukung Ukraina

1830
×

FIFA Denda Asisten Pelatih Kroasia karena Dukung Ukraina

Sebarkan artikel ini

BOLA- Menjelang pertandingan semi final Piala Dunia Rabu (11/7), dua anggota tim nasional Kroasia dihukum FIFA karena meneriakkan pujian bagi Ukraina setelah Kroasia mengalahkan tuan rumah Rusia dalam pertandingan perempat final hari Sabtu (7/7).

FIFA mendenda asisten pelatih Kroasia Ognjen Vukojevic $15.000 karena mengunggah video berbau politis yang mengumandangkan “Glory to Ukraine” atau “Jayalah Ukraina.” Bek tengah Domagoj Vida hanya mendapat peringatan karena berseru “Glory to Ukraine” setelah kemenangan timnya atas tuan rumah Rusia dalam adu penalti hari Sabtu (7/7).

Kedua pria itu pernah menjadi pemain klub Ukraina Dynamo. Federasi sepak bola Kroasia memecat Vukojevic karena video itu dan meminta maaf kepada Rusia.

Namun federasi sepakbola Ukraina berjanji Selasa untuk mendukung kedua pria itu.

Anggota parlemen dan presiden Federasi Sepak Bola Ukraina Andriy Pavelko mengenakan kostum timnas Kroasia ketika dia berbicara di parlemen di Kyiv.

“Kami memiliki posisi yang jelas mendukung teman-teman kami. Kami menawarkan dukungan hukum dan keuangan untuk Ognjen (Vukojevic) dan (bek Kroasia Domagoj) Vida di masa depan,” katanya.

Pavelko mengatakan manajemen federasi sepakbola itu telah membuat keputusan untuk memberi Vukojevic kompensasi untuk denda yang dikenakan oleh FIFA.

“Dan jika dia ingin bekerja di Ukraina, dengan mempertimbangkan pengalaman dan perannya, kami akan menawarkan pekerjaan di Federasi Sepakbola Ukraina,” imbuhnya.

Ukraina bertikai dengan Rusia yang mencaplok semenanjung Krimea tahun 2014 dan mendukung separatis di Ukraina timur. FIFA melarang slogan politik, nasionalis, dan rasis dalam bentuk apa pun.

Para pengecam keputusan FIFA berpendapat bahwa “Glory to Ukraine” adalah penghormatan umum, sama dengan “Long Live France” atau “Long Live Croatia.”

Seorang anggota parlemen Ukraina, Mykola, bahkan menuduh asosiasi sepakbola dunia melakukan bias politik.

“Ketika foto-foto presiden FIFA pada tanggal 6 Juli dengan kaos bertuliskan ‘Putin,’ nama presiden yang negaranya melakukan agresi terhadap negara kami, dipajang di seluruh internet, itu tidak dilihat sebagai aksi politik. Tapi ucapan biasa, yang umum di negara kita, ditujukan bagi teman-teman mainnya sejak lama dan tinggal di sini, dipandang sebagai aksi politik. Ini jelas merupakan pendekatan yang tidak adil dan tidak obyektif,” tukas Mykola.

Vida mengatakan bahwa ucapannya tidak memiliki konotasi politik dan merupakan ungkapan terima kasih atas dukungan penggemar dari Ukraina. [voa/4ld]

 

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com