PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.PI Migas Blok Sengkang Naik Jadi 10 Persen, Wajo Dapat 50 Persen untuk Daerah PenghasilKortastipidkor Polri Geledah Kantor dan Rumah Jabatan Bupati Gowa, Dugaan Pungli PBG Makin MelebarBone Rebut Piala Gubernur Sulsel 2026, Juara Bertahan Sidrap Tumbang di Adu PenaltiPergantian Ketua DPRD Jeneponto Mandek, Pimpinan Minta Berkas NasDem Dikonsultasikan ke PemprovTiga Pegawai Gugur di Papua, Mentan Amran Jamin Sekolah Anak hingga Dapat PekerjaanDilema Hilirisasi tanpa IndustrialisasiPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.PI Migas Blok Sengkang Naik Jadi 10 Persen, Wajo Dapat 50 Persen untuk Daerah PenghasilKortastipidkor Polri Geledah Kantor dan Rumah Jabatan Bupati Gowa, Dugaan Pungli PBG Makin MelebarBone Rebut Piala Gubernur Sulsel 2026, Juara Bertahan Sidrap Tumbang di Adu PenaltiPergantian Ketua DPRD Jeneponto Mandek, Pimpinan Minta Berkas NasDem Dikonsultasikan ke PemprovTiga Pegawai Gugur di Papua, Mentan Amran Jamin Sekolah Anak hingga Dapat PekerjaanDilema Hilirisasi tanpa Industrialisasi
Piala Dunia

Menang Piala Dunia, Warga Perancis Berpesta Pora

2193
×

Menang Piala Dunia, Warga Perancis Berpesta Pora

Sebarkan artikel ini
france

PERANCIS – Ratusan ribu penggemar sepak bola Perancis memenuhi Champs Elysees dan berpesta hingga larut malam, Minggu (15/7), merayakan kemenangan di turnamen Piala Dunia. Mereka tidak hanya merayakan olahraga itu, namun juga kemenangan yang menyatukan seluruh negeri.

Seluruh negeri larut dalam kegembiraan pada Minggu setelah pasukan “les Bleus” mengandaskan Kroasia 4-2 di laga final, di Moskow. Para pendukung tim Perancis memenuhi jalan-jalan, membunyikan klakson mobil dan mengibarkan bendera tiga warna Perancis, AFP melaporkan.

Sorak-sorai merebak setiap kali tim Perancis mencetak gol di laga final. Dua puluh tahun setelah kemenangan pertama Piala Dunia, para pesepak bola muda tim Perancis menjadi ikon nasional.

Bahkan sebelum peluit tanda pertandingan selesai di Moskow, kerumunan orang sudah memenuhi Champs Elysees di tengah Kota Paris. Pemandangan Paris pada Minggu mengulang peristiwa yang sama pada 1998, ketika lebih dari satu juta orang berpesta hingga dini hari.

“1998 itu tahun luar biasa!. Malam ini anak saya punya kesempatan untuk merasakan kebahagiaan yang sama,” kata Eric Rodenas, 42 tahun kepada AFP. Rodenas sengaja mendatangi Ibu Kota Perancis bersama anaknya, Raphael, dari tempat tinggalnya di pesisir selatan Perancis.

Saat malam kian larut, tari-tarian dan nyanyian berlanjut dengan latar Arc de Triomphe di ujung jalan diterangi cahaya biru, putih dan merah, seperti bendera Perancis.

Suasana pesta juga dibarengi peningkatan kecelakaan lalu lintas dan beberapa bentrokan dengan polisi di kawasan tertentu. Ada laporan juga penjarahan sebuah toko di Champs Elysees yang menodai perayaan.

Di tengah tari-tarian dan nyanyian lagu kebangsaan, beberapa penggemar sepak bola memilih menikmati momen suka cita dan persatuan nasional setelah melewati masa sulit bagi Perancis.

“Kami adalah negara yang mendapat terlalu banyak tekanan.Tekanan ekonomi, sosia, terlalu banyak,” kata Thomas Bazzi, pria berusia 31 tahun dengan gambar bendera Perancis di pipi kiri, kepada AFP.

“Kami butuh pelepasan seperti ini,” kata dia, sambil tersenyum dan memegang gelas bir di luar kafe di tengah Kota Perancis, sementara mobil-mobil berisi para penggemar timnas Perancis yang bersorak-sorai melaju.

Perayaan-perayaan tersebut masih akan berlanjut Senin (16/7), ketika skuad Perancis akan berparade di jalan paling terkenal di Ibu Kota Perancis sekitar pukul 5.00 waktu setempat. Setelah berparade, timnas Perancis akan dijamu dalam resepsi yang diadakan oleh Presiden Perancis Emmanuel Macron di Istana Elysee. [voa/4ld]

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com