Beranda » Sulsel » FKM Unhas Gandeng Yayasan Haji Kalla Tangani Stunting di Enrekang
FKM Unhas Gandeng Yayasan Haji Kalla Tangani Stunting di Enrekang
Sulsel

FKM Unhas Gandeng Yayasan Haji Kalla Tangani Stunting di Enrekang

ENREKANG, Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unhas, menggandeng Yayasan Haji Kalla dalam pelaksanaan Program Kampung Sehat, khsusunya dalam hal Percepatan Penanggulangan Stunting (masalah pertumbuhan tubuh bayi atau anak-anak; red) Berbasis Desa, di Desa Langda, kecamatan Buntu Batu, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan.

Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk pelatihan yang diikuti Tim Penggerak PKK, Kader Posyandu, perwakilan pemuda, Remaja Mesjid, Perangkat Desa Desa Langda, Perwakilan Puskesmas Buntu Batu, dan perwakilan Guru TK, di Lantai Dasar Mesjid Desa Langda, Rabu – Kamis (7 – 8 /11).

Kepada mediasulsel.com, melalun sambungan telepon, Senin (12/11) Wakil Dekan Bidan Kemahasiswaan dan Alumni FKM Unhas, Prof. Sukri Palutturi, PhD, menjelaskan, bahwa hari pertama pelatihan dilakukan Focus Group Discussion (FGD) untuk mengetahui respon masyarakat, melihat kepekaan masyarakat terutama pemuda dan remaja mesjid untuk sadar akan permasalahan gizi dan kesehatan di desa mereka. Sedangkan hari kedua, pelatihan diisi dengan materi pengorganisasian masyarakat, sosialisasi tentang pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan, dan pelatihan skrining (temu kenali) ibu hamil anemia, remaja putri kurang gizi serta balita stunting.

Lebih lanjut Prof Sukri menjelaskan,. Bahwa dalam materinya berjudul ‘Pengorganisasian Masyarakat, dekan FKM Unhas, Dr. Aminuddin Syam, SKM., M.Med., Ed mencoba menyemangati pemuda desa dan remaja mesjid Desa Langda dengan kutipan ayat Al-Qur’an Q.S. Ar-Ra’d:11 yang berbunyi, “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah diri mereka sendiri”.

Menurut Aminuddin, remaja mesjid di daerah Desa Langda sangat potensial untuk menjadi motor penggerak di daerahnya, khususnya dalam hal gizi ibu dan anak. Aminuddin juga mengajarkan tentang bagaimana manajemen organisasi masyarakat, mencari mitra, serta memanfaatkan sumber daya yang ada di daerah mereka.

Sementara itu Ketua Prodi Ilmu Gizi, Dr.dr.Citra Kesumasari, M.Kes.,SpGK, dalam materinya lebih membahas aspek kesehatan dan gizi ibu dan anak. Citra membangun kesadaran seluruh elemen masyarakat tentang pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan dalam intervensi stunting.

Dr. Citra juga memandu semua kelompok masyarakat yang hadir untuk mendiskusikan apa saja upaya yang masyarakat bisa lakukan dan peran setiap kelompok (PKK, Pemuda/Remaja mesjid, Guru TK, Perangkat Desa, Kader Posyandu) dalam hal menangani stunting dengan pendekatan empat cara.

Adapun keempat cara yang dipaparkan oleh Dr. Citra tersebut yaitu meliputi; praktek pengasuhan, pelayanan Antenatal Care, Akses makanan bergizi dan akses air bersih, serta skrining atau temu kenali tanda-tanda ibu hamil anemia, remaja putri KEK, serta balita stunting.

Berdasarkan data Penilaian Status Gizi tahun 2017, prevalensi balita stunting di Kec.Buntu Batu merupakan peringkat pertama tertinggi diantara seluruh kecamatan di KabupatenEnrekang, yaitu sebesar 25%,.

Sementara Hasil Riskesdas Tahun 2013 juga menyebutkan Kabupaten Enrekang adalah satu-satunya Kabupaten/Kota yang masuk dalam 100 Kab/Kota dengan prevalensi Stunting tertinggi di Indonesia.

Bertumpu dari kegiatan ini program selanjutnya, diharapkan masyarakat Desa Langda dapat berinisiatif untuk membentuk klinik remaja yang juga telah disediakan alat antropometri untuk kebutuhan skrining dan pertemuan rutin setiap minggu untuk mendampingi program penanganan stunting ini, disamping itu juga ditempatkan sarjana pendamping lulusan Program Studi Ilmu Gizi untuk mendampingi selama program tersebut berlangsung. (*/464ys)