Geliat UKM di Kota Istanbul, Turki
Penulis melihat langsung bagaimana UMKM di Turki disiapkan tempat-tempat khusus di daerah wisata. Tempat atau gallery UMKM disediakan secara khusus untuk makanan, fashion, kerajinan dll. Terlihat tempatnya ditata begitu rapi dengan standar SOP yang mengatur penataan dan kebersihan tempat usaha.

ISTANBUL—Eksistensi usaha kecil dan menengah (UKM) di Turki tidak lepas dari posisinya sebagai salah satu tujuan wisata dunia. Saat di kota Istanbul, Rabu (24/11/2021) penulis melihat langsung bagaimana UMKM di Turki disiapkan tempat-tempat khusus di daerah wisata. Tempat atau gallery UMKM disediakan secara khusus untuk makanan, fashion, kerajinan dll. Terlihat tempatnya ditata begitu rapi dengan standar SOP yang mengatur penataan dan kebersihan tempat usaha.

Di Istiklal Caddesi, salah satu jalan yang paling terkenal di Istanbul dan selalu ramai wisatawan lokal maupun internasional, tampak pedagang jajanan keliling meramaikan suasana menawarkan jagung bakar, kacang kastanye, dan simit, roti tradisional Turki. Keberadaan pedagang kecil ini melengkapi toko–toko dengan bangunan bergaya arsitektur Neo Classical, Neo Gothic, Art Nouveau dan New Renaissance yang menawarkan pakaian, sepatu, kosmetik, telepon genggam, aksesoris, jajanan, kue – kue, buku hingga bumbu dapur.

Di tempat-tempat wisata lainnya terdapat pasar yang umumnya diisi pelaku UKM. Saat ke Masjid Biru atau masjid Sultan Ahmed, terdapat Arasta Bazaar di samping kanan masjid. Pasar kecil dan sederhana ini didominasi UKM yang menjual aneka barang kebutuhan turis seperti macam-macam souvenir, baju, tas, baklava, turkish delight dan masih banyak lagi.

Demikian juga di Kawasan masjid masjid Sultan Ayyub wisatawan dapat mampir ke toko-toko di sekitarnya yang menjual berbagai macam cinderamata. Selain itu, ada kafe-kafe tak jauh dari Masjid Sultan Ayyub yang menyediakan teh khas Turki, menemani wisatawan menikmati pemandangan kompleks Tanduk Emas yang terkenal.

Pengembangan UMKM di Turki paling tampak di Grand Bazaar. Grand bazaar merupakan salah satu pasar tertutup tertua di dunia yang masih kokoh. Pasar ini dibangun oleh sultan Muhammad Al Fatih pada tahun 1463. Meski telah berusia ribuan tahun, masyarakat Turki masih melestarikannya sebagai tempat menjual barang-barang kerajinan khas Turki dari berbagai pelosok negeri. Di pasar ini tempat jualan ribuan UMKM ditata begitu rapi tanpa menghilangkan aspek tradisionalnya.

Industri pariwisata merupakan industri yang mampu menggerakkan hampir seluruh sektor usaha di Turki mulai dari jasa transportasi, tempat tingga/hotel, makanan/restoran, hingga usaha kecil menengah (UKM). Melalui sektor pariwisata, Turki mampu membangun sarana prasarana publik seperti jalan, transportasi umum, bandara, pelabuhan hingga mencapai kemajuan seperti saat ini.

Pengembangan UKM di Turki melalui Organisasi Pengembangan Industri Kecil dan Menengah (KOSGEB). Berdasarkan informasi dari media Turki, Presiden Recep Tayyip Erdogan tahun 2021 ini memberikan dukungan baru KOSGEB dengan anggaran sebesar 5 miliar TL.

Eksistensi usaha kecil dan menengah (UKM) di Turki tidak lepas dari posisinya sebagai salah satu tujuan wisata dunia.
Eksistensi usaha kecil dan menengah (UKM) di Turki tidak lepas dari posisinya sebagai salah satu tujuan wisata dunia.

Dukungan ini untuk bisnis di sektor manufaktur yang terdampak pandemic serta kebutuhan startup berbasis teknologi seperti pengujian dan sertifikasi. Setidaknya ada sekitar 130 ribu UKM dan startup yang menjadi penerima manfaat program. (*)