Generasi Produk Sekuler, Lempar Batu Sembunyi Tangan? Nurasia (Aktivis Muslimah)

Beri aku seribu orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, beri aku sepuluh pemuda, niscaya akan kugoncangkan dunia.

OPINI – Salah satu kutipan Ir. Soekarno yang dahsyat dan menggugah serta menunjukkan betapa besar pengaruh pemuda yang menjadi ujung tombak masa depan.

Lantas bagaimana dengan pemuda hari ini? Apakah sepuluh pemuda dari generasi produk sekuler masih mampu menggoncangkan dunia?

Fenomena Remaja Jaman Now

Melihat generasi penerus bangsa hari ini membuat kita betul-betul tergoncang, tapi bukan karena ide, kehebatan dan kekuatan mereka melainkan karena berbagai aktivitas yang mengarah ke pergaulan bebas.

Tidak sedikit kita jumpai aktivitas pacaran yang sudah menjadi hal wajar di kalangan masyarakat. Tidak sedikit pula aktivitas itu kemudian berujung pada perzinaan sehingga hamil dan tega melakukan aborsi.

Terdapat kasus pembunuhan terhadap anak sendiri yang dilakukan oleh remaja berinisial SNI (18) di dalam toilet Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Beriman pada Rabu 24 Juli yang mendapat kritikan pedas dari masyarakat.

Banyak yang mempertanyakan mengapa pelaku bisa tega membunuh dengan keji terhadap buah hatinya yang ia lahirkan (Okezone.com, 28/7/2019).

Praktik aborsi yang terjadi di Surabaya dan Sidoarjo pun terbongkar. Pelaku telah melakukan aborsi pada 20 pasien dengan tarif termahal Rp 3,5 juta.

Wadireskrimsus Polda Jatim AKBP Arman saat rilis di Mapolda Jatim, Selasa (25/6) mengungkap latar belakang aborsi rata rata kasus peselingkuhan, hamil di luar nikah, ketakutan dan malu terhadap orang tua dan saudara, (m.detik.com, 28/7/2019).

Kebebasan Remaja dalam Sistem Sekuler

Sekuler memberi kebebasan kepada remaja dalam berbuat maksiat yang mencabut fitrah manusia. Agama yang dipisahkan dengan kehidupan menjadikan generasi tidak takut berbuat apa saja meski bertentangan dengan agama.

Salah satunya ialah melakukan zina yang dalam islam mendekatinya pun tidak dibolehkan. Rusaknya generasi diakibatkan karena banyaknya hal menyimpang yang dilakukan, dan bagaimana mungkin masa depan akan cerah jika generasi penerusnya rusak.

Teknologi semakin maju dan Barat semakin leluasa mengaruskan produk-produk yang berdampak negatif dan merusak khususnya kalangan remaja.

Tontonan yang merusak, seperti adegan pacaran atau kemaksiatan yang menjadi konsumsi sehari hari remaja misalnya, padahal ini sangat bertentangan dengan aturan Islam.

Informasi yang sangat mudah disebar menambah besar peluang kaum pemilik modal dan kapitalis untuk menanamkan ide-ide Barat dan tumbuh dalam pemikiran generasi muda.

Selanjutnya berkembang menjadi pemahaman dan dipraktekkan dalam kehidupan di negeri negeri kaum muslim. Rencana yang massif dan apik untuk menghancurkan generasi muda muslim.

Solusi Tuntas dalam Islam

Rezim berganti rezim, fakta akan kerusakan generasi semakin tampak nyata, namun solusi dari pemerintah tak kunjung berbuah manis.

Persoalan ini bukannya terselesaikan malah kian marak terjadi. Negara gagal mendidik remaja berkarakter (siap bertanggung jawab pada pilihannya) dan melindungi mereka dari pergaulan bebas.

Demikian halnya hari ini yang berani berbuat tapi tidak berani bertanggung jawab, bayi tidak berdosa pun jadi korban.

Islam dengan aturannya yang lengkap akan mampu mencegah dan menyelesaikan setiap problematika ummat, termasuk persoalan remaja.

Islam ditanamkan dalam diri kaum muslim sejak usia dini, hingga yang menjadi standar dalam berbuat adalah murka dan ridho Allah, dan sadar bahwa setiap tindakan kelak akan dimintai pertanggungjawaban.

Dalam Islam, sanksi jilid dan rajam di muka umum akan membuat orang orang tidak terpikirkan untuk berbuat zina. Faktor lain juga akan dihilangkan seperti peredaran miras, video porno, tontonan kemaksiatan sehingga sedikitpun peluang melakukan pelanggaran tidak akan dibiarkan dalam Islam.

Islam sistem paripurna melindungi remaja dari kemaksiatan dan mendidik mereka mereka dengan karakter syakhsiyyah islam (siap bertanggung jawab di hadapan Allah dalam menjalani kehidupan dunia).

Pemuda yang memiliki karakter syakhsiyyah Islam akan mampu menggoncangkan dunia dan tidak dengan mudahnya tergerus dalam arus Barat yang ingin menghancurkan generasi generasi muda negeri muslim.

Keseluruhan syariah Islam yang penerapannya sempurna hanya bisa kita dapati dalam Khilafah Islamiyah. (*)

Generasi Produk Sekuler, Lempar Batu Sembunyi Tangan?
Oleh: Nurasia (Aktivis Muslimah)