Advertisement - Scroll ke atas
Biro Humas Pemprov SulselMakassar

Gubernur Sulsel Siapkan Asrama Haji Untuk Pengungsi Gempa Sulbar

844
×

Gubernur Sulsel Siapkan Asrama Haji Untuk Pengungsi Gempa Sulbar

Sebarkan artikel ini
Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah.
Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah rapat dengan Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) dan beberapa Organisasi perangkat daerah (OPD) seperti Dinas Pertanian dan perkebunan,Dinas Peternakan, Dinas Kelautan dan Perikanan serta Dinas Kehutanan, di Hotel Rindra (19/1/2021).

MAKASSAR—Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah menegaskan pemerintah provinsi sulsel akan terus menampung para pengungsi korban gempa bumi di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar).

“Jadi saya telah berkoordinasi dengan Kepala Kanwil Kementerian Agama Sulsel untuk penyiapan lokasi penampungan di asrama haji, selain di Aula Dinas Sosial, serta UPT Inang Matutu,” ungkapnya belum lama ini.

Advertisement
Scroll untuk melanjutkan

Ia menyebutkan para pengungsi yang tiba melalui Lanud Hasanuddin diperiksa rapid antigen untuk mengantisipasi terjadinya penyebaran Covid-19.

“Para pengungsi yang tiba langsung dirapid, termasuk bagi pengungsi yang membutuhkan penanganan medis dan kesehatan langsung dirujuk ke rumah sakit,intinya ini semua sudah bergerak,” sebutnya.

Diketahui jumlah pengungsi yang telah tiba melalui Lanud Hasanuddin sampai tanggal 19 Januari 2021 sebanyak 686 orang. Sebagian besar langsung dijemput oleh keluarganya.

Adapun mereka yang ditampung di UPT Inang Matutu sebanyak 84 orang, terdiri dari balita 11 orang, anak-anak 13 orang, remaja 17 orang, dan orang dewasa 43 orang.

Sedangkan di Asrama Haji Sudiang, sebanyak 28 orang, terdiri dari bayi 2 orang dan orang dewasa 26 orang. Juga terdapat 1 keluarga yang terdiri dari 4 orang ditampung di Hotel Swissbell, dimana tempat ini diketahui sebagai lokasi karantina Covid-19.

Alasan dibawa ke Swissbell karena hasil rapid antigen reaktif, sehingga untuk mencegah kemungkinan yang tidak diinginkan atas saran Kadis Kesehatan Sulsel untuk diisolasi terlebih dahulu untuk di tes PCR. (*)

error: Content is protected !!