MAKASSAR – Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah kembali melakukan penyegaran organisasi lingkup pemprov sulsel dengan melantik 8 pejabat tinggi pratama di ruang rapat pimpinan kantor Gubernur Sulsel, Senin (26/8/2019).
Adapun yang dilantik, Asmanto Baso lewa dari sebelumnya Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan politik (Kesbangpol) menjadi Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan Subbidang Pemerintahan.
Muhammad Iqbal, dari sebelumnya Kepala Badan Penelitian dan pengembangan daerah (Balitbangda) menjadi Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi Pembangunan dan Keuangan Subbidang Pembangunan.
Muhammad Tamzil dari sebelumnya Kepala Dinas Kehutanan menjadi Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi Pembangunan dan Keuangan Subbidang Keuangan.
Jufri Rahman dari sebelumnya kepala Badan perencanaan dan pembangunan Daerah (Bappeda) menjadi Staf Ahli Gubernur Bidang Kesejahteraan Rakyat Subbidang Kesejahteraan Rakyat.
Denny Irawan Saardi, dari sebelumnya Staf Ahli menjadi Kadis Kebudayaan dan Kepariwisataan.
Moh Hasan, dari sebelunnya Staf Ahli menjadi Kadis Perpustakaan dan Kearsipan,
Ilham A. Gazaling dari sebelumnya Kadis Sosial menjadi Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
Irman Yasin Limpo,dari sebelumnya Kepala Dinas Pendidikan menjadi Kepala Balitbangda.
Gubernur Sulsel mengaku, sudah cukup waktu untuk melakukan evaluasi bagi penjabat lingkup Pemprov Sulsel.
“Waktu satu tahun sudah cukup untuk mengevaluasi kinerja, kita semua memahami satu tahun saya,” ungkap Nurdin Abdullah.
Gubernur Sulsel juga menyampaikan kepada seluruh yang telah dilantik tidak usah risau, karena masih banyak peluang untuk menduduki jabatan yang dinginkan.
“Saya ingin menyampaikan kepada teman-teman kita yang baru saja dilantik, peluang masih terbuka lebar kita siapkan menunya bapak mau kemana, silahkan ikut bidik tapi satu tekad, kita dukung pemerintahan ini,” jelasnya.
Olehnya itu,Gubernur menegaskan agar tidak main-main di Pemprov Sulsel,marilah kita bekerja lebih maksimal lagi karena masyarakat butuh kinerja orang-orang bukan malah bertengkar.
“Kita jangan main-main kasian rakyat satu tahun habis waktu kita bertengkar, padahal banyak orang-orang yang punya kompetensi yang bagus. Sayang pak saya bukan orang politik saya orang pekerja, jadi kalau mau dijatuhkan gampang sekali, saya tidak punya kekuatan politik, tapi kita percaya kepada Tuhan yang maha kuasa,” pungkasnya. [*]













