MAKASSAR—Awal tahun 2026 membawa kabar baik bagi masyarakat Sulawesi Selatan. Harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi resmi mengalami penurunan efektif mulai Kamis, 1 Januari 2026.
Penyesuaian harga ini dilakukan PT Pertamina (Persero) bersama SPBU swasta, menyusul kebijakan nasional yang diumumkan Pertamina Patra Niaga pada Rabu, 31 Desember 2025. Sementara itu, harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar dipastikan tidak mengalami perubahan.
Berdasarkan daftar harga terbaru, sejumlah BBM non subsidi mengalami penyesuaian. Pertamax (RON 92) turun Rp50 dari sebelumnya Rp12.700 menjadi Rp12.650 per liter.
Untuk BBM berkualitas tinggi, Pertamax Turbo (RON 98) tetap dipasarkan dengan harga Rp13.700 per liter. Sementara jenis diesel, Dexlite ditetapkan Rp13.800 per liter dan Pertamina Dex Rp13.900 per liter.
Di sisi lain, harga BBM subsidi pemerintah masih stabil. Pertalite (RON 90) tetap dijual Rp10.000 per liter, sedangkan Solar subsidi bertahan di angka Rp6.800 per liter.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth Dumatubun, mengatakan penyesuaian harga dilakukan dengan mengacu pada formula yang ditetapkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), serta mempertimbangkan tren harga minyak dunia.
“Penyesuaian harga ini kami lakukan secara berkala, dengan tetap menjadikan Pertamax Series dan Dex Series sebagai produk yang kompetitif,” ujar Roberth.
Ia menambahkan, penurunan harga BBM non subsidi diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat di awal tahun. Adapun perbedaan harga antarwilayah dipengaruhi oleh besaran Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) yang ditetapkan masing-masing provinsi.
Pertamina juga memastikan ketersediaan stok BBM di seluruh SPBU di Sulawesi Selatan dalam kondisi aman. Masyarakat dapat memantau informasi harga terbaru melalui laman resmi Pertamina Patra Niaga maupun aplikasi MyPertamina. (R077/Ag4ys)



















