Hari ke-49 Pasca Gempa Selayar, Tim RTB Terus Fokus Dampingi Korban

Hari ke-49 Pasca Gempa Selayar, Tim RTB Terus Fokus Dampingi Korban
Memasuki hari ke 49 pasca Gempa Selayar, Tim Relawan Tanggap Bencana (RTB) masih terus fokus mendampingi korban, terutama mereka yang tinggal di tenda-tenda pengungsian dan Hunian Darurat (Hudar) di Kecamatan Pasilambena, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, dengan mengaktifkan posko selama 24 jam penuh di Ds. Garaupa Raya.

SELAYAR—Hingga hari ke 49 pasca Gempa Selayar, Tim Relawan Tanggap Bencana (RTB) masih terus fokus mendampingi korban, terutama mereka yang tinggal di tenda-tenda pengungsian dan Hunian Darurat (Hudar) di Kecamatan Pasilambena, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, dengan mengaktifkan posko selama 24 jam penuh di Ds. Garaupa Raya.

Kepada Mediasulsel.com, Kamis (3/3/2022), Koordinator RTB, Andi Fadly Daeng Biritta mengatakan, selain memantau tenda pengungsian dan hunian darurat, tim RTB juga terus memonitor setiap bentuk potensi bencana selama berlangsungnya cuaca ekstrem, termasuk musibah pohon tumbang yang dipicu oleh angin kencang.

“Selama kurang lebih dalam 1 bulan terakhir, setidaknya kami mencatatnya sedikitnya terdapat 2 kali kejadian pohon tumbang sebagai dampak angin kencang selama berlangsungnya cuaca ekstrem. Angin kencang yang mulai bertiup sejak awal bulan Februari 2021 lalu, diduga menjadi pemicu tumbangnya pohon kelapa dan tanaman pohon pepaya yang berlokasi di area UPT SMPN 13 Garaupa Raya,” terang Fadly.

Lebih lanjut Fadly menuturkan, apa yang mereka lakukan tersebut, merupakan wujud perhatian, kepedulian, serta bentuk rasa sayang dan cinta tim RTB kepada warga korban gempa.

Lebih jauh ia berharap, agar catatan kejadian pohon tumbang akan menjadi pijakan dasar dan sekaligus penguatan alasan, penetapan Garaupa Raya sebagai salah satu desa rawan bencana di musim cuaca ekstrem.

“Kehadiran backup tenaga relawan lokal dinilai menjadi sebuah hal yang urgent untuk dipertimbangkan dalam rangka untuk mempercepat langkah penanganan awal pada saat terjadinya bencana, dan atau insiden kejadian lain yang berpotensi menelan korban sebelum tibanya tim BKO dari luar,” pungkas Fadly. (*/4fd/464Ys)

Berita Lainnya

Berita Terkait