Memuat Ramadhan…
Memuat cuaca…
Opini

Ibu-Ibu Pengajian, Lets Go Ngaji

1936
×

Ibu-Ibu Pengajian, Lets Go Ngaji

Sebarkan artikel ini
Ibu-Ibu Pengajian, Lets Go Ngaji
Tatik Maslihatin, ST, M.Kom (Akademisi)

OPINI—Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap manusia. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah, Nabi Muhammad saw bersabda: “Mencari ilmu itu wajib atas setiap muslim.”.

Hal ini karena setiap perbuatan manusia sekecil apa pun, baik atau buruk, akan dibalas oleh Allah Swt. di akhirat kelak. Maka setiap manusia wajib mencari tahu atau mengetahui tentang perbuatan yang akan dilakukannya. Apakah perbuatan tersebut diperbolehkan atau tidak, halal atau haram.

Oleh karena itu untuk mengetahui status perbuatan manusia, maka manusia harus menuntut ilmu.

Dalam hadits, Nabi saw bersabda: Tuntutlah ilmu dari buaian hingga liang lahat. Hadits ini menggambarkan bahwa menuntut ilmu adalah wajib untuk dilaksanakan sepanjang hayat, tanpa mengenal batasan usia.

Selain itu, menuntut ilmu tidak harus selalu dilaksanakan di sekolah atau lembaga pendidikan. Kita bisa mengkaji ilmu dengan menghadiri majelis-majelis para ulama (majelis-mejelis ilmu).

Dengan kata lain, pentingnya bagi setiap manusia, terutama kaum ibu untuk rajin ikut pengajian. Dengan rajin ikut pengajian, mereka bisa bertanya banyak hal tentang agama kepada ahlinya (para ulama).

Sebaliknya, saat seseorang m jauh dari majelis-majelis ilmu, tentu ia tidak akan banyak tahu ilmu-ilmu agama. Ia tidak akan banyak paham norma-norma agama. Sehingga, ia berpeluang jatuh ke dalam ragam kemaksiatan.

Karena itulah Imam Ibnu al-Jauzi rahimahulLâh mengingatkan kita bahwa “Ketahuilah bahwa tipuan iblis yang pertama kali kepada manusia adalah dengan membuat mereka berpaling dari ilmu. Sebab sesungguhnya, ilmu adalah cahaya. Saat iblis mampu memadamkan cahaya-cahaya manusia, maka iblis bakal mudah menjatuhkan mereka dalam kegelapan (kesesatan) sebagaimana yang dia kehendaki.” (Ibnu al-Jauzi, Talbîs Iblîs, hlm. 739).

Oleh karena itu, seharusnya kita tidak boleh menjauh dari majelis-majelis ilmu atau malas dalam mendalami ilmu-ilmu agama. Hal ini akan membuat setan lebih mudah menyesatkan orang-orang bodoh daripada orang-orang yang berilmu.

Betapa banyak orang terjerumus ke dalam dosa dan kemaksiatan karena kebodohan, keawaman, atau ketidaktahuan mereka terhadap hukum-hukum agama (halal/haram).

Oleh karena itu pula tentu aneh jika ada yang nyinyir terhadap fenomena rajinnya kaum ibu-ibu mendatangi pengajian atau majelis-majelis taklim. Bahkan tak sedikit pihak-pihak yang menuding pengajian dan para ustad dengan sembarang istilah yang memojokkan.

Di sisi lain, banyaknya fenomena kemaksiatan di tengah- tengah masyarakat, tidak mereka pedulikan.

Keutamaan Ahli Ilmu

Ketika Allah swt mewajibkan sesuatu, Allah swt juga memuji hambanya yang telah melaksanakan kewajiban tersebut dengan sebaik mungkin.

Dalam Alqur’an Surah Al-Mujadalah [58] ayat 11, Allah swt berfirman: Allah swt mengangkat orang-orang yang beriman dan mereka yang diberi ilmu beberapa derajat.”

Hal ini adalah pujian dan keutamaan yang diberikan oleh Allah swt kepada hambanya yang menuntut ilmu. Selain itu, nabi saw bersabda : Siapa saja yang ke luar rumah dalam rangka meraih ilmu, maka ia berada di jalan Allah sampai ia kembali pulang.” (HR At-Tirmidzi).

Dan masih banyak keutamaan yang Allah swt berikan bagi para penuntut ilmu.

Pentingnya Ibu-Ibu Rajin Mengaji

Menuntut ilmu adalah wajib bagi kaum tua maupun muda, laki-laki maupun perempuan. Apalagi bagi kaum wanita, termasuk kaum ibu, tentu sangat penting untuk rajin ikut pengajian atau hadir di majelis-majelis taklim.

Penyebabnya, para ibu atau para wanita calon ibu adalah pendidik generasi. Bahkan, baik/buruknya generasi salah satunya bergantung pada peran ibu-ibu mereka.

Penyair Mesir, Hafizh Ibrahim, berkata “Ibu itu madrasah (sekolah). Jika Anda mempersiapkan (dengan baik) kaum ibu, berarti Anda mempersiapkan (dengan baik) generasi keturunan yang baik.”

Maka memberikan kesempatan bagi para wanita terutama ibu untuk menggali ilmu agama adalah hal yang sangat penting. Agar ibu-ibu mempunyai bekal yang cukup untuk mendidik buah hatinya.

Karena anak adalah asset akhirat dan pelanjut estafet peradaban manusia. Jika anak-anak dididik dengan baik oleh ibu yang memiliki ilmu agama, akan menghasilkan generasi yang baik ditengah-tengah masyarakat.

Dan jika seorang ibu tidak mempunyai bekal agama yang cukup, maka dengan apa ia akan mendidik anak-anaknya. Maka tak seharusnya aktifitas menuntut ilmu di pengajian ataupun di majelis taklim yang dilaksanakan oleh ibu-ibu, dihalang-halangi.

Umar bin Abdul Aziz rahimahulLâh berkata, “Jika engkau mampu, jadilah seorang alim (ulama). Jika engkau tidak mampu menjadi ulama, maka jadilah pembelajar (murid/santri). Jika engkau tidak mampu, maka cintailah para ulama dan para pembelajar (murid/santri). Jika engkau pun tidak mampu mencintai ulama dan santri, maka janganlah sekali-kali membenci mereka (ulama dan santri). (Ibnu Abdil Barr, Jâmi’ Bayân al-‘Ilmi wa Fadhlihi, 1/35). (*)

Penulis

Tatik Maslihatin, S.T, M.Kom

(Dosen/Akademisi)

 

***

 

Disclaimer: Setiap opini/artikel/informasi/ maupun berupa teks, gambar, suara, video dan segala bentuk grafis yang disampaikan pembaca ataupun pengguna adalah tanggung jawab setiap individu, dan bukan tanggungjawab Mediasulsel.com.

error: Content is protected !!