JENEPONTO—Ratusan penari kolosal dari berbagai sanggar seni dan tari mengikuti latihan perdana, di Aula Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jeneponto, Senin (10/4/2023). Latihan selanjutnya di Lapangan Parang Passamaturukang (Pastur) Bontosunggu.
Hal ini dilakukan sebagai bentuk latihan pemantapan sebelum tampil di Hari Jadi Kabupaten Jeneponto yang ke 160 pada tanggal 1 Mei 2023 mendatang.
Ketua Panitia Hari Jadi Jeneponto, Syaripuddin, SE, MM menuturkan, peserta tari Hari Jadi Kabupaten Jeneponto terdiri dari perkumpulan sanggar seni se Kabupaten Jeneponto
“Tari 75 orang dari sanggar tallasa, gendang 75 orang dari sanggar tallasa, ganrang bulo 160 orang dari SMP Negeri 1 Binamu, SMP Negeri 2, dan SMP Negeri 7 Binamu, 25 tari kolosal dari sanggar seni konsep,” jelas Saripuddin, Kasi Dikmas Disdikbud Jeneponto.
Saripuddin menambahkan, latihan dilakukan selama 7 hari. “Latihan perdana dimulai hari ini Senin 10 April 2023,” katanya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Hari Jadi Kabupaten Jeneponto yang juga Kabid Kebudayaan Disdikbud Jeneponto, Dr. Ferawati Azis, M.Pd menyampaikan, tujuan latihan ini untuk mengisi acara Hari Jadi Kabupaten Jeneponto
“Hal ini sebagai atraksi seni budaya melalui tarian kolosal dan Ganrang bulo. Latihan perdana dalam rangka mengisi acara Hari Jadi Kabupaten Jeneponto,” kata Dr. Ferawati.
“Sebuah hal luar biasa adik dapat tampil dihadapan Gubernur Sulsel. Hari Jadi Kabupaten Jeneponto diperkirakan dihadiri sekitar 200O an tamu.
Ia mengharapkan, penari memegang budaya siri’ napacce sebagai orang Jeneponto.
“Kalian tetap sehat dan bersemangat sampai Hari Jadi. Saya berharap agar tidak mempermalukan panitia. Janganki permalukanka nah. Pasalnya, hal ini juga sudah disampaikan ke Bupati dan Sekda,” harapnya. (*/4dv)














