JENEPONTO — Bupati Jeneponto Paris Yasir memperkuat sinergi pemerintah daerah dengan Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Makassar melalui Program Desa Binaan Imigrasi.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan bersama antara Pemerintah Kabupaten Jeneponto, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Makassar, Pemerintah Desa Punagaya dan Pemerintah Desa Bungeng di Cafe Kulle, Jeneponto, Selasa (29/9/2026).
Penandatanganan turut dihadiri Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Makassar Abdi Widodo Subagio bersama jajaran, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Jeneponto serta pemerintah desa.
Paris Yasir mengapresiasi inisiatif Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Makassar yang memperluas sinergi hingga tingkat desa. Menurutnya, kolaborasi tersebut penting untuk memperkuat pemahaman masyarakat mengenai persoalan keimigrasian.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Jeneponto, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Makassar atas inisiatif dan komitmen dalam membangun sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Jeneponto, khususnya melalui Desa Punagaya dan Desa Bungeng,” ujar Paris Yasir.
Melalui Program Desa Binaan Imigrasi, masyarakat diharapkan memiliki pengetahuan yang lebih baik mengenai layanan dan ketentuan keimigrasian, termasuk perjalanan ke luar negeri, perlindungan warga negara, serta pencegahan berbagai permasalahan keimigrasian.
Bupati menilai kerja sama tersebut tidak sekadar formalitas administratif. Lebih dari itu, program tersebut menjadi langkah konkret untuk memperkuat koordinasi pemerintah pusat dan daerah hingga ke tingkat desa.

“Penandatanganan kerja sama ini bukan sekadar kegiatan administratif, tetapi merupakan langkah konkret dalam memperkuat sinergi pemerintah pusat dan pemerintah daerah hingga tingkat desa,” ungkapnya.
Paris berharap Desa Punagaya dan Desa Bungeng mampu menjadi contoh dalam pelaksanaan Desa Binaan Imigrasi di Kabupaten Jeneponto.
Ia menilai keberadaan program tersebut harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran terhadap berbagai aspek keimigrasian.
“Saya berharap Desa Punagaya dan Desa Bungeng dapat menjadi contoh dalam pelaksanaan Desa Binaan Imigrasi,” pungkasnya. (5353)













