PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Bupati Paris Yasir Resmi Luncurkan Layanan Lumpur Tinja Terjadwal di JenepontoKementan Siapkan 2 Juta Hektare untuk Bioetanol, Target 8 Juta Lapangan KerjaDisperkim Makassar Dorong Warga Wujudkan Rumah Sehat hingga Tingkat RTKPK Kembali OTT Kepala Daerah, Bupati Bolmut DiamankanBansos Masuk Era Digital, Gus Ipul Kerahkan Tetangga Jadi Mata Data PemerintahKecamatan Manggala Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di BatuaPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Bupati Paris Yasir Resmi Luncurkan Layanan Lumpur Tinja Terjadwal di JenepontoKementan Siapkan 2 Juta Hektare untuk Bioetanol, Target 8 Juta Lapangan KerjaDisperkim Makassar Dorong Warga Wujudkan Rumah Sehat hingga Tingkat RTKPK Kembali OTT Kepala Daerah, Bupati Bolmut DiamankanBansos Masuk Era Digital, Gus Ipul Kerahkan Tetangga Jadi Mata Data PemerintahKecamatan Manggala Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Batua
Dunia

Jelang Ramadhan, Arab Saudi Longgarkan Pembatasan Terkait Covid-19

3020
×

Jelang Ramadhan, Arab Saudi Longgarkan Pembatasan Terkait Covid-19

Sebarkan artikel ini
Jelang Ramadhan, Arab Saudi Longgarkan Pembatasan Terkait Covid-19
Jemaah umrah mengelilingi Ka'bah di Masjidil Haram, di kota suci Makkah, Arab Saudi, Minggu, 6 Maret 2022. Pemerintah Arab Saudi memutuskan untuk melonggarkan pembatasan terkait pandemi COVID-19. (AP Photo/Amr Nabil)

ARAB SAUDI–Jemaah umrah di Makkah tidak lagi harus menjaga jarak fisik karena Arab Saudi telah melonggarkan pembatasan terkait pandemi. Langkah itu diambil beberapa minggu menjelang dimulainya bulan puasa Ramadan, ketika Makkah biasanya akan dipenuhi jemaah.

Jemaah umrah di Makkah Minggu lalu, 6 Maret 2022, tampak khusyuk melakukan ritual umrah. Ini pertama kali setelah dimulainya pandemi virus corona, jemaah bisa melaksanakan ibadah tersebut tanpa harus menjaga jarak fisik.

Berbeda dengan haji yang dilaksanakan setahun sekali dan wajib bagi seluruh umat Islam yang mampu, ibadah umrah yang sering disebut sebagai haji kecil, dapat dilakukan sepanjang tahun. Indonesia banyak mengirim jemaah umrahnya.

Mulai bulan ini, Arab Saudi memutuskan bhawa jemaah yang melakukan umrah, tidak perlu lagi menjaga jarak fisik. Tetapi, mereka tetap diharuskan memakai masker, menurut kantor berita Arab Saudi.

Pembatasan yang diterapkan untuk meredam penyebaran virus corona dan COVID-19 itu baru saja dilonggarkan. Keputusan pemerintah Arab Saudi itu disambut baik umat Islam di seluruh dunia, karena disampaikan hanya beberapa minggu menjelang dimulainya bulan puasa Ramadan.

Sebelum pandemi virus corona melanda, Makkah biasanya akan dipenuhi jemaah yang melakukan umrah Ramadan maupun jemaah yang datang untuk mengikuti salat tarawih berjamaah di malam hari dalam bulan Ramadan.

Jelang Ramadhan, Arab Saudi Longgarkan Pembatasan Terkait Covid-19
Jemaah Umrah berdoa di Masjidil Haram di kota suci Makkah, Arab Saudi, Minggu, 6 Maret 2022. (AP/Amr Nabil)

Pada waktu-waktu salat ini, Masjidilharam sering menampilkan tayangan video yang menunjukkan lautan orang dari semua lapisan masyarakat yang melaksanakan salat, dengan berdekatan seperti seharusnya bahu bertemu bahu. Tidak ada lagi jarak.

Ketakutan akan penularan luas virus corona telah memaksa Arab Saudi untuk secara dramatis mengurangi jumlah jemaah yang dibolehkan melaksanakan haji dan umrah.

Tahun lalu, hanya 60.000 warga Arab Saudi dan penduduk tetap di negara itu yang sudah divaksinasi yang telah diizinkan melaksanakan ibadah haji. Langkah itu diambil di tengah kekhawatiran yang berlanjut seputar penyebaran virus corona.

Pada tahun sebelumnya, 2020, ibadah haji hanya dilakukan oleh kurang dari 1.000 orang. Mereka adalah warga atau penduduk tetap negara kerajaan itu yang dipilih oleh panitia khusus. [voa]

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com