GOWA—Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia, kabar gembira datang untuk warga Desa Tabbinjai, Kecamatan Tombolo Pao, Kabupaten Gowa. Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan meresmikan Jembatan Gantung Tabbuakang, satu-satunya akses penghubung antara Dusun Tuhoi dan Dusun Mapung, Jumat (15/8/2025).
Jembatan ini menjadi urat nadi kehidupan warga. Akses ke layanan kesehatan, masjid, aktivitas ekonomi petani, hingga perjalanan anak-anak ke sekolah kini lebih aman. Sebelumnya, warga hanya mengandalkan jembatan bambu rapuh yang nyaris setiap minggu harus diperbaiki agar tetap bisa dilalui.
Pembangunan ulang jembatan ini terealisasi berkat dukungan ribuan donatur melalui platform kitabisa.com. Kini, jembatan berdiri kokoh dan menjadi simbol kemerdekaan warga dari keterisolasian.
Kepala Dusun Tuhoi, Abdul Salam, mengaku lega. “Jembatan ini membantu perekonomian masyarakat dan memudahkan anak-anak sekolah. Dulu kami selalu was-was, sekarang insyaAllah aman,” ujarnya.
Kepala Desa Tabbinjai, Zuhair, menegaskan, “Ini satu-satunya akses penghubung antar dusun. Sekitar 400 KK kini terbantu. Kami berterima kasih kepada donatur Dompet Dhuafa Sulsel dan Kitabisa.”
Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Sulsel, Pandu Heru Satrio, mengingatkan warga untuk menjaga fasilitas ini. “Jembatan ini amanah. Harapannya bisa bermanfaat panjang dan dirawat bersama,” katanya.
Bagi warga, jembatan ini lebih dari sekadar bangunan. Suabang, salah satu penerima manfaat, mengaku haru. “Nenek kami tak pernah bermimpi akan ada jembatan seperti ini. Alhamdulillah, inilah wujud mimpi kami,” ucapnya.
Fitri, warga lainnya, juga bersyukur. “Kami sangat senang dan terharu. Sekarang musim hujan pun kami tak khawatir lagi menyeberang ke sekolah,” ungkapnya.
Peresmian Jembatan Gantung Tabbuakang menjadi hadiah kemerdekaan yang nyata: membebaskan 400 KK dari keterisolasian, membuka jalan untuk masa depan lebih layak, dan menjadi bukti kekuatan gotong royong ribuan donatur di seluruh Indonesia. (Cr/Ag4ys)

Citizen Reporter : Fatzryboim













