DP3A Dalduk KB Dorong Seluruh Daerah di Sulsel Dapatkan Penghargaan KLA
DP3A Dalduk KB Dorong Seluruh Daerah di Sulsel Dapatkan Penghargaan KLA

ENREKANG – Kepala DP3A Dalduk KB Sulsel Dr Fitriah Zainuddin menghadiri Acara  Pendampingan Gugus Tugas (GT) Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) di kabupaten Enrekang belum lama ini.

Kadis DP3A Dalduk KB Sulsel mengatakan, untuk mengembangkan dan mewujudkan kabupaten/kota Menuju Layak Anak (KLA) memerlukan peran seluruh pemangku kepentingan.

“Peran seluruh pemangku kepentingan harus bahu membahu untuk mewujudkan KLA. Dan melalui pertemuan ini saya berharap, kita semua dapat mengetahui tugas dan tanggung jawab kita masing-masing untuk dapat turut serta dalam pelaksanaan pengembangan KLA ke depan,” ungkapnya.

Ia menyebutkan indikator-indikator KLA harus menjadi acuan bagi kebupaten/kota dalam memenuhi hak-hak anak melalui Pengembangan KLA yang terintegrasi dan berkelanjutan.

“Saya ingin  menggarisbawahi point terpenting dari proses Pengembangan KLA yaitu Koordinasi diantara Organisasi Perangkat Daerah Terkait dan Lembaga Non Pemerintah (LSM, Forum Anak, BUMN, Tokoh Masyarakat dan organisasi lainnya). karena dengan penguatan dan koordinasi yang terus ditingkatkan dan dilakukan secara rutin, maka semuanya akan berjalan sesuai rencana,” sebutnya.

Ia menegaskan anak adalah investasi dimasa yang akan datang sehingga menjadi kewajiban untuk menjadikannya lebih berkualitas.

“Anak adalah investasi kita dimasa akan datang, maka menjadi kewajiban kita bersama untuk menajdikannya lebih berkualitas untuk menjadi Modal Pembangunan Daerah,Ucapnya.

Lebih lanjut ia Mengaku ada 10 kab/kota yang belum meraih penghargaan KLA termasuk jeneponto.

“Kita akan memfokuskan pada 10 kab/kota ini, dimana untuk pendampingan wilayah II dipusatkan di Kabupaten Enrekang  dengan 5  kab/kota lainnya yaitu Tana Toraja, Toraja Utara, Luwu, Pinrang, Jeneponto dan Enrekang.”Pungkasnya.

Kadis DP3A Dalduk KB Sulsel pertama berlatar belakang dokter ini menambahkan Dalam kurun Waktu 6 bulan, KLA di sulsel telah banyak memberikan gambaran  perkembangan yang sangat baik yang dapat dilihat dari program dan kegiatan yang dikembangkan menjadi lebih inovatif.

“Kita dapat melihat perkembangannya dengan melihat capaian penghargaan KLA, dimana pada tahun 2016 hanya 1 kabupaten yang mendapatkan penghargaan KLA yaitu Kabupaten Bantaeng,” jelasnya.

Pada tahun 2017 sangat menggembirakan dengan masuknya 8 kab/kota yang mendapatkan penghargaan KLA  yaitu Kota Makassar (kategori Madya), Kabupaten Luwu Utara (Kategori Pratama), Kabupaten Wajo (Kategori Pratama), Kota Pare-Pare (Kategori Pratama), Kabupaten Bone ( Kategori Pratama), Kabupaten Bantaeng (Kategori Pratama), Kabupaten Sidrap (Pratama) dan Kabupaten Sinjai (Pratama), tahun 2018 naik sebanyak 12 KAb/Kota dan tahun 2019 naik menjadi 14 kab/kota.

“Dengan hasil yang diperolah kabupaten / kota tersebut diatas, Gubernur sulsel  mendapatkan Penghargaan sebagai Gubernur  penggerak Kabupaten/kota Layak Anak,  dimana hanya 8 Provinsi Di Indonesia yang mendapatkan penghargaan tersebut,” tutupnya. (*)