MAKASSAR – Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A Dalduk KB) Sulsel Dr Fitriah Zainuddin Membuka Bimbingan teknis Sistem informasi online perlindungan perempuan dan anak (Simfoni-PPA) tahun 2020.Belum lama ini.

Kadis DP3A Dalduk KB Sulsel Mengaku Simfoni hadir untuk memberikan harapan dan menjadi sumber rujukan terkait pencatatan data kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“Simfoni menjadi sumber rujukan pencatatan data kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak,yang tentunya masih membutuhkan dukungan dan peran dari semua pihak agar semakin lebih baik kedepannya,”Ungkapnya.

Ia Menyebutkan Selama ini data yg dijadikan pijakan dalam melakukan mekanisme penanganan kasus anak korban kekerasan adalah data Survei Nasional Pengalaman Hidup Anak dan Remaja (SNPHAR) 2018.

“Ketika dilapangan terkadang masih sulit mendapaktkan data terkait tindak lanjut suatu kasus kekerasan terhadap anak. Misalnya, seperti dimana korban dirujuk, sejauh mana proses pengadilannya, alur layanan mediasinya,dan pendampingannya,”Sebutnya.

Dr Fitriah Zainuddin lebih jauh Mengaku Pemerintah tentunya mempunyai keterbatasan termasuk dalam menyajikan data sehingga memerlukan peran orang tua dan masyarakat untuk melakukan pengaduan

“Pemerintah pasti mempunyai keterbatasan,Oleh karena itu dibutuhkan peran orangtua dan masyarakat untuk melakukan pengaduan atau ikut mengakomodir pengaduan kekerasan terhadap anak.”Pungkasnya.

Ia Menegaskan Simfoni PPA harus didukung dengan pengintrgrasian data yang lebih banyak.

“Simfoni harus mendapat dukungan penuh,dari semua pihak terkait, serta unit Layanan lainnya untuk dapat terhubung dengan sistem ini, sehingga diharapkan menjadi rumah dan satu-satunya rujukan bersama untuk pencatatan data kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.”Tutupnya. [*]