LUWU UTARA – Gubernur Sulsel yang diwakili Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A Dalduk KB) Sulsel Dr Fitriah Zainuddin Mendampingi Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI Bintang Puspayoga pada kunjungan kerja Pasca Bencana Banjir Bandang di Kabupaten Luwu Utara. (Lutra) Jumat (13/11/20).

Kadis DP3A Dalduk KB Sulsel Menyampaikan rasa syukur dan terimakasih atas kedatangan Mentri yang tentunya akan menambah motivasi dan semangat masyarakat khususnya yang terdampak agar tetap tegar dan kuat dalam menghadapi situasi dan cepat pulih kembali.

“Kami tentunya sangat bersyukur dan menyambut baik kedatangan Ibu Menteri beserta segenap rombongan di Kabupaten Luwu Utara, sebagai bentuk respon dan dukungan kepada masyarakat di Kabupaten Luwu Utara pasca terjadinya bencana banjir bandang yang terjadi pada tanggal 13 Juli 2020 yang lalu.”Ungkapnya.

Ia Menjelaskan Bencana banjir bandang di Luwu Utara yang terjadi di masa pandemi covid-19, menjadi beban hidup dan tantangan yang luar biasa bagi Pemerintah dan masyarakat Luwu Utara.

“Bencana ini pasti menjadi tantangan yang luar biasa, Namun kami yakin dan percaya masyarakat Luwu Utara adalah masyarakat yang kuat dan tangguh dalam menghadapi bencana yang sedang melanda saat ini,” Jelasnya.

Dr Fitriah Zainuddin Mengatakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bersama Pemerintah Kabupaten Luwu Utara dan berbagai pihak yang terlibat, sejak awal terjadinya bencana banjir bandang di Luwu Utara telah berupaya semaksimal mungkin melakukan penanganan bencana secara cepat dan terukur agar proses pemulihan kondisi fisik wilayah dan kondisi non fisik masyarakat dapat segera diwujdukan.

“Pemerintah bersama seluruh pihak terus berupaya melakukan pemulihan pasca bencana banjir bandang,Yang tentunya masih membutuhkan berbagai upaya untuk memulihkan kondisi psyco social masyarakat yang trauma, sehingga Kunjungan Kerja Menteri PPPA di Kabupaten Luwu Utara yang dirangkaian dengan pelaksanaan berbagai kegiatan peningkatan kapasitas masyarakat di bidang ekonomi dan pemberian pelayanan psyco social untuk korban bencana khususnya anak-anak dan perempuan menjadi sangat berarti dan bermakna.”Ucapnya

Lanjutanya ia Menyebutkan sasaran strategis kebijakan pembangunan di Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2018-2023 adalah mewujudkan keberdayaan perempuan dalam pembangunan baik itu di bidang ekonomi, politik, hukum dan sosial budaya dalam rangka mendukung pencapaian salah satu misi Daerah.

“Kebijakan pembangunan disulsel yakni mewujudkan manusia yang lebih kompetetif, inklusif dan berkarakter. Komitmen ini kemudian diwujudkan dengan berbagai regulasi, program dan kegiatan yang responsif terhadap peningkatan peran, fungsi dan tanggung jawab perempuan dalam aktifitas pembangunan di Sulawesi Selatan yang ditandai dengan semakin meningkatnya Indeks Pembangunan Gender (IPG) dan Indeks Keberdayaan Gender (IDG) dari tahun ke tahun.”Sebutnya.

Lebih jauh Kadis DP3A Dalduk KB sulsel Mengaku Pemprov sulsel memberikan perhatian yang serius terhadap upaya pemenuhan hak dan perlindungan anak dan perempuan sebagai salah satu kewajiban mutlak bagi Pemerintah dalam rangka menjamin kualitas sumber daya manusia yang berdaya saing tinggi sesuai dengan arah kebijakan pembangunan nasional.

“Atas upaya serius yang telah dilakukan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan saat ini sering dijadikan tujuan lokasi belajar atau study kerja dari berbagai daerah terkait pembangunan di bidang perempuan dan anak, seiring dengan berbagai prestasi yang telah ditorehkan bersama 24 Pemerintah Kab/Kota.”Pungkasnya.

Kadi DP3A Dalduk KB Sulsel pertama yang berlatar belakang dokter ini menambahkan Pada tahun 2018 Sulawesi Selatan adalah salah satu dari 4 Provinsi yang menerima Penghargaan Anugerah Parahita Ekaprya (APE) dengan Kategori tertinggi yakni Mentor.

“Provinsi sulsel menjadi salah satu penerima APE bahkan setiap tahun Provinsi Sulawesi Selatan selalu menjadi salah satu provinsi terbaik dalam pembinaan kepada Kabupaten/Kota dalam rangka Evaluasi Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA),”Tambahnya.

“Prestasi ini tentu tidak lepas dari peran berbagai pihak utamanya Kementerian Pemberdayaa Perempuan dan Perlindungan Anak RI yang terus memberikan dukungan,saran dan masukan untuk bekerja lebuh maksimal lagi,”Tutupnya.

Sementara itu Menteri PPA Bintang Puspayoga menyampaikan rasa simpati kepada para korban penyintas banjir bandang Luwu Utara.

“Semoga Bapak/Ibu dan anak-anakku sekalian dapat segera pulih kembali dan menata masa depan yang lebih baik,” harap Puspayoga

Menteri PPPA juga mengapresiasi Pemda Luwu Utara yang telah melibatkan Forum Anak Luwu Utara pada berbagai kegiatan pemberdayaan dan perlindungan Anak.

“Bahkan pada kegiatan penyambutan tadi, langsung melibatkan Forum Anak. Dan saya mendapat informasi bahwa Pemda Luwu Utara juga telah membentuk forum anak hingga tingkat desa dan kelurahan. Tidak heran jika Luwu Utara sudah tiga kali berturut-turut meraih penghargaan sebagai Kabupaten Layak Anak,” tuturnya

Pada kesempatan itu Kementrian PPPA memfasilitasi berbagai kegiatan di Kabupaten Luwu Utara, khususnya di dua kecamatan, Masamba dan Baebunta.

“Sebagai bentuk dukungan pemulihan kembali pascabencana, Kementerian PPPA memfasilitasi berbagai kegiatan, berupa Peresmian Posko Ramah Perempuan dan Anak, Pelatihan Anggota Sub Klaster Perlindungan Perempuan dan Anak dari Kekerasan Berbasis Gender dalam Bencana, Pelatihan bagi SDM Pengelola Pos Ramah Perempuan dan Anak (PRPA), Pelayanan Konseling Psikososial bagi Penyintas Bencana, serta beberapa pelatihan keterampilan,” jelas Bintang.

Masih dikatakan Bintang Puspayoga, pemenuhan kebutuhan spesifik perempuan dan anak, seperti kebutuhan mandi, baju dalam anak laki-laki dan perempuan, kerudung anak, pemenuhan gizi anak, obat-obatan, perlengkapan sekolah dan alat tulis, perlengkapan masak, permainan anak, alat musik, mesin jahit, sarung, masker, dan sarana edukasi lainnya juga menjadi concern atau perhatian dari Kementerian PPPA di Kabupaten Luwu Utara.

Untuk itu, kata dia, bangkit setelah diterpa bencana dibutuhkan upaya masif melalui sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, masyarakat, dunia usaha, media, dan akademisi guna bersama-sama mendukung proses pemulihan pascabencana. Kali ini Kementerian PPPA membangun sinergi dengan Kementerian Desa, IWAPI, BTN, Telkom, HIMPSI, Dinas DP3A Dalduk KB Sulsel, dan Dinas PPPA Lutra.

“Kita ingin Luwu Utara cepat pulih dan bangkit kembali. Makanya kita membangun sinergi yang kuat dengan berbagai pihak untuk bersama-sama berjuang demi penyintas bencana. Semoga ini tetap berjalan,”Pungkasnya.