LUWU UTARA, — Sinergi kegiatan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) pasca banjir bandang Luwu Utara berlangsung di Aula Lagaligo Kantor Bupati Luwu Utara Jumat (13/11/2020) yang dihadiri langsung Menteri PPPA RI I Gusti Ayu Bintang Darmawati Puspayoga, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A Dalduk KB) Sulsel Dr Fitriah Zainuddin, Pjs. Bupati Luwu Utara Iqbal Suhaeb, Ketua DPRD Luwu Utara Basir dan Gender Champion, Indah Putri Indriani.

Giat tersebut merupakan rangkaian dari sejumlah kegiatan pelatihan oleh deputi-asisten deputi dari Bidang Kesetaraan Gender, Perlindungan Hak Perempuan, Perlindungan Anak, Bidang Tumbuh Kembang Anak dan Partisipasi Masyarakat yang telah digelar oleh Kementerian PPPA di Masamba dan Panampung, Radda sejak Kamis (12/11/2020) kemarin.

Dalam sambutannya, Menteri Bintang Puspayoga menyampaikan rasa simpati kepada para korban penyintas banjir bandang Luwu Utara.

“Semoga Bapak/Ibu dan anak-anakku sekalian dapat segera pulih kembali dan menata masa depan yang lebih baik,” harap Puspayoga yang pada kesempatan tersebut, melaunching Sub Kluster Perlindungan Perempuan dan Anak dari Kekerasan Berbasis Gender dalam Bencana di Kabupaten Luwu Utara.

Menteri kelahiran 24 November 1968 ini juga mengapresiasi Pemda Luwu Utara yang telah melibatkan Forum Anak Luwu Utara pada berbagai kegiatan pemberdayaan dan perlindungan Anak.

“Bahkan pada kegiatan penyambutan tadi, langsung melibatkan Forum Anak. Dan saya mendapat informasi bahwa Pemda Luwu Utara juga telah membentuk forum anak hingga tingkat desa dan kelurahan. Tidak heran jika Luwu Utara sudah tiga kali berturut-turut meraih penghargaan sebagai Kabupaten Layak Anak,” tutur wanita Bali pertama yang menjadi menteri ini.

Sementara itu, Pjs. Bupati Iqbal Suhaeb menyampaikan bahwa fokus Pemerintah Daerah pasca banjir bandang 13 Juli lalu adalah pemenuhan sandang, pangan, papan dan juga infrastruktur terutama kepada para penyintas bencana.

“Dukungan dari Pemerintah Pusat tentu sangat dibutuhkan terkait dengan pemberdayaan perempuan, sebab semua harus melibatkan segenap pihak, baik itu media maupun masyarakat demi pembangunan pemberdayaan perempuan,” tutur Iqbal.

Diketahui, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak telah melakukan sosialisasi dan pelatihan di sejumlah tempat di Luwu Utara diantaranya Pelatihan SDM untuk penanganan Kekerasan Berbasis Gender dalam bencana, pelatihan keterampilan menjahit dan merangkai bunga, pelatihan kuliner, pelatihan pertanian hidroponik, pelatihan pengelolaan usaha serta pelaksanaan rehabilitasi psikososial dan konseling kepada perempuan dan anak-anak penyintas bencana. [*]