Kadispora Sulsel Minta Pemuda Mengambil Peran Strategis dalam Mendukung Pelestarian Air

 

MALILI – Pemuda harus mengambil peran strategis dan penting dalam upaya mendukung dan mewujudkan pelestarian air dan ekosistem di kompleks danau malili dan sekitarnya, serta Pemuda harus menjadi pelopor agent of change, agent of environment dan agent of mederenization dalam upaya kontribusi nyata peran aktif pemuda untuk perubahan yang lebih baik dalam melindungi ekosistem danau kompleks danau Malili.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kepemudaan Dan Olahraga (Dispora) Sulsel, Sri Endang Sukarsih, saat menyampaikan materinya dalam Sarasehan Perlindungan Ekosistem Danau Kompleks Danau Malili “Merawat Komitmen, Membangun Kerjasama, dan Mengintegrasikan Program,” di Aula kantor Camat Nuha, Luwu Timur, Senin (30/4/2018).

Sarasehan digelar sebagai rangkaian kegiatan dalam Festival Danau Kompleks Danau Malili 2018, yang digelar oleh Forum Pemerhati Kompleks Danau Malili (FPKDM), bekerjasama dengan Perkumpulan Wallacea, Forum Komunikasi Kehutanan Masyarakat (FKKM), Burung Indonesia, Critical Ecosystem Partnership Fund (CEPF) Wallacea dan Pemerintah kabupaten Luwu Timur,

“Pemuda “jaman now” yang paling terdekat dalam akses perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, mereka cenderung aktif di media sosial berinteraksi dengan banyak orang diberbagai kalangan. Dalam interaksi itu akan banyak melahirkan ide dan gagasan, yang sebaiknya mereka wujudkan dalam kerja nyata dalam bentuk program di masyarakat,” tegas Sri Endang

Meski demikian Sri Endang meyakini hal itu tidak akan berjalan efektif, jika tidak berkolaborasi dengan semua pihak, dan perlu dibuat agenda bersama dalam mempelajari dan mengidentifikasi permasalahan dan hambatan air danau, mempelajari kandungan air dan membuat skema upaya pelestarian air.

“Salah satu upaya mendukung pelestarian dan pemanfaatan air di kawasan kompleks danau Malili dan sekitarnya dengan menyadari siapa pengguna air terbanyak disekitarnya. Kewajiban mereka melakukan services paymeent enviromental atau pembayaran jasa lingkungan,” beber Sri Endang.

Kewjiban membayar tersebut, lanjut Sri didasarkan pada pemakaian air yang selama ini digunakan, baik secara perorangan maupun kelompok atau perusahaan. Pembayaran juga bisa dalam bentuk uang, program CSR atau upaya lain dalam meningkatkan potensi dan pemberdayaan masyarakat sekitar kompleks danau Malili.

Dalam sarasehan ini juga menghadirkan narasumber dari Perhimpunan Burung Indonesia, Damayanti, Ketua Pokja Kemendes, Idham Arsyad, Sekjen Forum Komunikasi Kehutanan Masyarakat (FKKM), Andri Santosa, Badan Registrasi Wilayah Adat (BRWA), Zainal Abidin dan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA), Syamsu Alam.

Nampak juga turut hadir dalamkegiatan tersebut pimpinan atau utusan SKPD terkait lingkup Pemprov Sulsel dan Pemkab Lutim, Forum Danau (Desa/Kabupaten), Pemerintah Desa (Kades dan BPD), P3MD, Karang Taruna (Desa/Kabupaten), BKSDA, CSO, PT. Vale, dan Akademisi. (*/464ys)

Kadispora Sulsel Minta Pemuda Mengambil Peran Strategis dalam Mendukung Pelestarian Air

0 Comments

Komentar Anda

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Don't have account. Register

Lost Password

Register