PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Sengketa Lahan Petani Laoli di Luwu Timur Masuk PTUN, Aktivitas di Objek Perkara Diminta DihentikanNew and Now Gaza, Saatnya Perisai Umat DibutuhkanKuliah Tamu Unhas Bahas AI Tepercaya untuk Inovasi KesehatanAntrean BBM Mengular, Wali Kota Makassar Tekan Pertamina Benahi Pelayanan SPBUDarurat Bencana Kebijakan, Selamatkan NegeriPascasarjana Unhas Bangun Riset Berbasis Suara Komunitas Bersama National Geographic ExplorerPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Sengketa Lahan Petani Laoli di Luwu Timur Masuk PTUN, Aktivitas di Objek Perkara Diminta DihentikanNew and Now Gaza, Saatnya Perisai Umat DibutuhkanKuliah Tamu Unhas Bahas AI Tepercaya untuk Inovasi KesehatanAntrean BBM Mengular, Wali Kota Makassar Tekan Pertamina Benahi Pelayanan SPBUDarurat Bencana Kebijakan, Selamatkan NegeriPascasarjana Unhas Bangun Riset Berbasis Suara Komunitas Bersama National Geographic Explorer
Luwu Timur

Luwu Timur Resmi Bergabung, Mimpi Provinsi Luwu Raya Kembali Menyala

104
×

Luwu Timur Resmi Bergabung, Mimpi Provinsi Luwu Raya Kembali Menyala

Sebarkan artikel ini
luwu timur teken
Badan Pekerja Pembentukan Daerah Otonomi Baru (BPP DOB) Provinsi Luwu Raya bertemu Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, di Malili, Senin (8/6/2026).

MALILIWacana pembentukan Provinsi Luwu Raya kembali menunjukkan geliat serius. Di tengah perayaan HUT ke-23 Kabupaten Luwu Timur, dukungan terhadap pemekaran justru menguat setelah Pemerintah Kabupaten Luwu Timur menandatangani persetujuan menjadi bagian dari cakupan wilayah Daerah Persiapan Provinsi Luwu Raya.

Langkah itu mengemuka saat Badan Pekerja Pembentukan Daerah Otonomi Baru (BPP DOB) Provinsi Luwu Raya bertemu Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, di Malili, Senin (8/6/2026). Pertemuan tersebut menjadi bagian dari rangkaian konsolidasi yang sedang digencarkan BPP DOB untuk memperkuat dukungan lintas daerah di Tana Luwu.

Rombongan BPP DOB dipimpin Koordinator Wilayah BPP DOB Provinsi Luwu Raya, Hasbi Syamsu Ali. Mereka memaparkan perkembangan terbaru perjuangan pemekaran, termasuk berbagai syarat administratif yang telah dipenuhi sebagai modal menuju terbentuknya provinsi baru.

Tak sekadar berdiskusi, pertemuan itu menghasilkan langkah konkret berupa penandatanganan surat persetujuan Kabupaten Luwu Timur masuk dalam cakupan wilayah Daerah Persiapan Provinsi Luwu Raya. Bersamaan dengan itu, ditandatangani pula berita acara persetujuan bersama sebagai penguatan dukungan administratif.

Penandatanganan tersebut dinilai menjadi sinyal penting bahwa agenda pemekaran tidak lagi sekadar wacana yang berulang dari tahun ke tahun. Dukungan daerah yang masuk dalam cakupan wilayah menjadi salah satu elemen krusial dalam memperkuat posisi perjuangan di tingkat pemerintah pusat.

Meski demikian, Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam mengingatkan bahwa jalan menuju terbentuknya Provinsi Luwu Raya masih membutuhkan kesiapan yang matang. Menurutnya, keberhasilan pemekaran tidak cukup hanya mengandalkan dukungan politik maupun kelengkapan dokumen.

Irwan menekankan pentingnya kesiapan pendanaan dan sumber daya untuk menopang seluruh tahapan yang akan dilalui. Tanpa dukungan finansial yang terukur dan terkoordinasi, proses percepatan pembentukan daerah otonomi baru berpotensi menghadapi berbagai kendala.

“Kita harus memastikan seluruh tahapan berjalan dengan baik dan didukung sumber daya yang memadai agar perjuangan ini memiliki peluang yang lebih besar untuk berhasil,” tegas Irwan dalam pertemuan tersebut.

Pertemuan itu juga dihadiri sejumlah tokoh masyarakat, akademisi, dan pengurus KKLR. Konsolidasi yang terus dilakukan BPP DOB menunjukkan bahwa dorongan pembentukan Provinsi Luwu Raya kini memasuki fase yang lebih serius, dengan target memperkuat dukungan politik dan administratif sebelum peluang pemekaran kembali dibuka pemerintah pusat. (Cr/Ag4ys)

Citizen Reporter : Asri Tadda

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com