MAKASSAR — Keluarga besar Badan Pengurus Wilayah Kerukunan Keluarga Luwu Raya (BPW KKLR) Sulawesi Selatan kehilangan salah satu tokoh terbaiknya. Mantan Bupati Luwu Utara, H. Arifin Junaidi, wafat di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar, Selasa (7/7/2026), setelah hampir setahun menjalani perawatan akibat sakit yang dideritanya.
Kepergian Arifin Junaidi meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Luwu Raya. Selain dikenal sebagai birokrat dan kepala daerah, almarhum juga menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina BPW KKLR Sulsel.
Ketua BPW KKLR Sulsel, Ir. Hasbi Syamsu Ali, MM, menyampaikan belasungkawa atas wafatnya sosok yang selama ini dikenal sebagai pemersatu masyarakat Luwu Raya.
“Atas nama pribadi dan keluarga besar BPW KKLR Sulawesi Selatan, kami menyampaikan duka cita yang mendalam. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah beliau, mengampuni segala khilafnya, dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya,” ujar Hasbi.
Menurutnya, wafatnya Arifin Junaidi merupakan kehilangan besar, bukan hanya bagi keluarga dan masyarakat Kabupaten Luwu Utara, tetapi juga bagi seluruh warga KKLR.
Hasbi menilai almarhum merupakan figur yang mengabdikan sebagian besar hidupnya untuk kepentingan masyarakat dan pembangunan daerah.
“Beliau memiliki rekam jejak panjang sebagai birokrat, kepala daerah, sekaligus pembina organisasi. Dedikasi dan komitmennya dalam membangun daerah serta menjaga persatuan warga Luwu Raya sangat luar biasa,” katanya.
Di mata pengurus KKLR, Arifin dikenal sebagai pribadi sederhana, terbuka, dan tidak pernah berhenti memberikan gagasan untuk kemajuan daerah, meski telah purnatugas dari pemerintahan.
“Beliau selalu hadir memberikan masukan, pandangan, dan semangat bagi organisasi maupun pembangunan Luwu Raya. Keteladanan dan warisan pemikirannya akan terus menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya,” tambah Hasbi.
Arifin Junaidi lahir di Kecamatan Sabbang pada 17 Agustus 1952. Karier pengabdiannya dimulai sebagai aparatur sipil negara sebelum dipercaya menduduki sejumlah jabatan strategis, di antaranya Camat Malangke dan Kepala Bappeda Kabupaten Luwu Utara.
Perjalanan panjang di dunia birokrasi mengantarkannya menjadi Wakil Bupati Luwu Utara periode 2005–2009 mendampingi Luthfi Andi Mutty. Selanjutnya, ia terpilih sebagai Bupati Luwu Utara periode 2010–2015 bersama Wakil Bupati Indah Putri Indriani.
Selama memimpin Luwu Utara, Arifin dikenal mendorong pembangunan infrastruktur, peningkatan pelayanan publik, penguatan sektor pertanian, serta pembenahan tata kelola pemerintahan. Pengalaman pengabdiannya juga dituangkan dalam autobiografi berjudul Birokrat Tahan Banting.
Di lingkungan KKLR Sulsel, almarhum merupakan salah satu tokoh senior yang aktif memberikan nasihat dan pandangan kepada jajaran pengurus. Sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina, ia turut mengawal berbagai program organisasi demi memperkuat soliditas warga Luwu Raya di Sulawesi Selatan.
Hasbi berharap nilai-nilai pengabdian yang diwariskan almarhum dapat terus dijaga dan dilanjutkan oleh generasi penerus.
“Beliau telah menuntaskan pengabdiannya sebagai birokrat, pemimpin, dan tokoh masyarakat. Kini menjadi tanggung jawab kita bersama untuk melanjutkan semangat pengabdian, menjaga persaudaraan warga Luwu Raya, dan terus berkontribusi bagi kemajuan daerah,” tuturnya.
Jenazah almarhum diberangkatkan dari Makassar menuju rumah duka di Desa Pombaniki, Kecamatan Sabbang Selatan, Kabupaten Luwu Utara, untuk disemayamkan sebelum dimakamkan. Kabar duka tersebut turut mengundang belasungkawa dari berbagai tokoh masyarakat dan keluarga besar KKLR di berbagai daerah. (Cr/Ag4ys)
Citizen Reporter: Asri Tadda









