MAKASSAR, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Makassar, Prihartini, menilai konsep analisa data pengangguran yang digunakan oleh BPS saat ini sudah tidak cocok dengan situasi yang terjadi pada saat ini.
Hal itu diungkapkan Prihartini saat bertindak selaku nara sumber dalam Forum Perangkat Daerah Dalam Rangka Penyusunan Rancangan Awal Rencana Kerja Dinas Ketenagakerjaan kota Makassar tahun 2020, di Hotel D’Maleo, Senin (18/2).
“Konsep analisa data pengangguran hingga tahun 2018 masih menggunakan konsep yang sama dari tahun 1970, sehingga sejumlah pekerjaan seperti kegiatan online belum dianggap sebagai bekerja,” tegas Prihartini.
Selain itu lanjut Prihartini, Konsep BPS juga masih menganut, bahwa yang dianggap bekerja adalah mereka yang bekerja sekurang-kurangnya 1 jam berturut-turut.
Hal itu yang juga masih menurut Prihartini memiliki andil yang cukup besar terhadap tingginya hasil analisa data pengangguran yang terjadi di kota Makassar, sementara tugas BPS hanya memotret situasi yang ada di lapangan.
“Tugas BPS hanya memotret situasi yang ada di lapangan. Keadaan pengangguran yang sangat tinggi sebenarnya bisa diintervensi oleh pemerintah kota dengan membuka lapangan kerja baru, sehingga pengangguran dapat beraktifitas secara ekonomi,” pungkas Prihartini. (464ys)







