Advertisement - Scroll ke atas
Islam

Kisah Heroik Ashab al-Ukhdud: Keteguhan Iman di Tengah Api Membara

745
×

Kisah Heroik Ashab al-Ukhdud: Keteguhan Iman di Tengah Api Membara

Sebarkan artikel ini
Kisah Heroik Ashab al-Ukhdud: Keteguhan Iman di Tengah Api Membara
ILUSTRASI

MEDIASULSEL.COM—Kisah memilukan namun sarat makna diabadikan dalam Surah Al-Buruj. Al-Qur’an menggambarkan sekelompok orang beriman yang dibakar hidup-hidup hanya karena mereka menolak tunduk pada penguasa zalim.

Mereka dikenal sebagai Ashab al-Ukhdud, simbol keteguhan iman yang tak tergoyahkan meski nyawa menjadi taruhannya.

Advertisement
Scroll untuk melanjutkan

Surah Al-Buruj dibuka dengan sumpah Allah atas langit yang memiliki gugusan bintang. Sumpah ini menjadi tanda betapa pentingnya pesan yang akan disampaikan. Allah berfirman:

> وَالسَّمَاءِ ذَاتِ الْبُرُوجِ (١) وَالْيَوْمِ الْمَوْعُودِ (٢) وَشَاهِدٍ وَمَشْهُودٍ (٣)

Demi langit yang mempunyai gugusan bintang. Demi hari yang dijanjikan. Demi yang menyaksikan dan yang disaksikan.” (QS. Al-Buruj: 1–3)

Puncak dari surah ini adalah kisah pembantaian kaum beriman. Allah mengecam keras para pelaku kejahatan itu:

> قُتِلَ أَصْحَابُ الْأُخْدُودِ (٤) النَّارِ ذَاتِ الْوَقُودِ (٥) إِذْ هُمْ عَلَيْهَا قُعُودٌ (٦) وَهُمْ عَلَىٰ مَا يَفْعَلُونَ بِالْمُؤْمِنِينَ شُهُودٌ (٧) وَمَا نَقَمُوا مِنْهُمْ إِلَّا أَنْ يُؤْمِنُوا بِاللَّهِ الْعَزِيزِ الْحَمِيدِ (٨)

Binasalah orang-orang yang membuat parit, yang berapi (dinyalakan dengan) kayu bakar, ketika mereka duduk di sekitarnya. Dan mereka menyaksikan apa yang mereka perbuat terhadap orang-orang mukmin. Mereka menyiksa orang-orang itu hanya karena beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji.” (QS. Al-Buruj: 4–8)

Riwayat sahih menjelaskan bahwa mereka adalah kaum yang digiring ke parit berapi karena menolak menyembah raja kafir. Bahkan seorang ibu dengan bayinya termasuk di antara korban. Saat sang ibu sempat ragu, bayinya berbicara dan menguatkannya agar tetap teguh dalam iman.

Kisah ini menyimpan pelajaran besar sepanjang zaman. Keteguhan iman lebih berharga daripada nyawa, karena orang-orang beriman rela mati terbakar demi mempertahankan tauhid.

Kezaliman pun tidak akan pernah langgeng, sebab Allah melaknat para pelaku penyiksaan. Bagi orang beriman, Allah menjanjikan surga penuh kenikmatan.

Sebagaimana firman-Nya: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Itulah kemenangan yang besar.” (QS. Al-Buruj: 11).

Allah juga mengingatkan bahwa Dia senantiasa mengawasi, sebagaimana firman-Nya: “Sesungguhnya azab Tuhanmu sangat keras. Sesungguhnya Dialah yang menciptakan (makhluk) dari permulaan dan menghidupkannya kembali.” (QS. Al-Buruj: 12–13).

Surah ini ditutup dengan penegasan bahwa Al-Qur’an adalah kitab mulia yang terjaga: “Bahkan yang didustakan itu ialah Al-Qur’an yang mulia, yang (tersimpan) dalam Lauh Mahfuzh.” (QS. Al-Buruj: 21–22).

Kisah Ashab al-Ukhdud bukan sekadar tragedi, melainkan teladan tentang keteguhan iman, kesabaran menghadapi ujian, dan kepastian balasan Allah.

Surah ini menegaskan bahwa di balik setiap penderitaan orang beriman, terdapat janji kebahagiaan abadi di surga. Melalui Surah Al-Buruj, Allah mengajarkan bahwa keimanan sejati menuntut keteguhan meski harus berhadapan dengan ujian paling berat. Kisah ini menjadi pengingat bahwa dunia hanyalah sementara, sedangkan balasan Allah adalah kekal. (*)

error: Content is protected !!