Beranda » Nasional » Kominfo :360 Juta Nomor Aktif Baru 110 Juta Kartu Prabayar yang Sudah Registrasi
Nasional

Kominfo :360 Juta Nomor Aktif Baru 110 Juta Kartu Prabayar yang Sudah Registrasi

JAKARTA – Sejak kebijakan registrasi kartu prabayar ditetapkan pada Oktober lalu, sampai hari ini tercatat 110.365.464 juta kartu yang telah diregistrasi. Data itu sesuai pemantauan real time pada Rabu pagi (20/12/2017) pukul 09.51 WIB di Hotel Le Meridien, Jakarta.

Hasil pantauan disaksikan langsung Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Kominfo Ahmad M. Ramli, serta perwakilan operator telekomunikasi dan Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI).

Menteri Rudiantara menekankan kebijakan registrasi ulang prabayar ditujukan untuk menyehatkan industri telekomunikasi. “Mengapa kami insist untuk melakukan kebijakan registrasi prabayar ini, kami ingin industri ini lebih sehat. Ada behaviour pelanggan yang maunya murah, sementara dari operator juga ada yang ingin entertaint ini semua, akibatnya muncul tidak efisien dalam hal SIM Card,” jelasnya.

Mendagri Tjahjo Kumolo menyampaikan dukungan atas kebijakan tersebut. “Niat pemerintah hanya satu, memberikan kepastian dan jaminan kerahasiaan kepada seluruh warga negara Indonesia,” kata Tjahjo.

Sementara itu dalam kegiatan jumpa pers terpisah Dirjen PPI Ahmad M. Ramli menyampaikan apresiasi atas dukungan masyarakat dalam pelaksanaan kebijakan registrasi kartu prabayar ini. “Apresiasi setinggi-tingginya kepada masyarakat, hingga hari ini lebih dari 110 juta pelanggan yang sudah registrasi. Setelah proses registrasi ini kita jadi tahu persis kartu pelanggan yang benar-benar aktif. Ini akan menyehatkan data operator,” katanya.

Ketua Umum ATSI Merza Fachys menekankan di akhir masa registrasi nantinya tentu akan ada penurunan jumlah kartu prabayar. “Perlu kita perjelas, hari ini ada lebih dari 360 juta nomor aktif, padahal penduduk Indonesia sekitar 200 juta. Berarti memang ada SIMcard yang statusnya aktif tapi yang tidak akan diregistrasi ulang. Jangan diasumsikan bahwa angka 100 juta itu artinya pelanggan tidak mau langganan lagi,” tegas Merza. [*/4ld]