Kuliah Daring Bisa Diikuti Sambil Rebahan di Rumah
Khaerul Bashar, mahasiswa Prodi S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unismuh Makassar.

MOROWALI – Pembelajaran daring kini di gunakan di seluruh kampus termasuk Universitas Muhammadiyah Makassar sejak pandemi corona jenis Covid-19 muncul.

Bahkan pihak kampus memberi kebijakan subsidi kuota senilai Rp.250.000 kepada Mahasiswa sebagai subsidi pembelian kuota internet.

Salah seorang mahasiswa Prodi S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unismuh Makassar, angkatan 2017, Khaerul Bashar, menilai kuliah daring ditengah wabah Covid-19 sudah menjadi tindakan tepat dari pemerintah maupun pihak kampus.

Permasalahannya adalah pelaksana teknis maupun orang yang terlibat dalam kuliah daring belum sepenuhnya siap.

Termasuk dosen dan mahasiswa, bahkan ada dosen yang tidak menerapkan perkuliahan daring dan adapula penerapannya belum maksimal.

Hal ini disebabkan oleh keterbatasan kemampuan menggunakan sarana berbasis teknologi kurang mumpuni.

Ketidaksiapan kedua adalah pada mahasiswa, karena ketika dosen menjelaskan secara daring mereka juga tidak memperhatikan materi yang telah disampaikan secara seksama.

Juga ketidaksiapan sarana dan prasarana, karena banyak juga mahasiswa kondisi jaringan kurang baik, itu disebabkan karena lokasi tempat tinggal mereka yang tidak semua berada di wilayah kota.

“Ada suka duka kuliah online, sukanya adalah karena dapat dilakukan dimanapun yang kita sukai. Bahkan bisa sambil rebahan di rumah asalkan jaringannya mendukung,” ujar Khaerul.

“Dukanya adalah prihatin dengan mahasiswa yang tidak serius dalam proses perkuliahan secara daring.”, tambahnya.

Terkait subsidi telah dikeluarkan kampus, menurut mahasiswa yang aktif di LKIM PENA ini, subsidi sudah seharusnya diberikan pada saat kuliah daring mulai dilaksanakan.

Artinya pelaksanaan kuliah daring harus diikuti pencairan dana dari kampus karena pasti ada mahasiswa sangat membutuhkan dana tersebut untuk keperluan kuliahnya.

Saran untuk kedepannya, baiknya pihak kampus m membentuk tim khusus dimana mereka berperan sebagai pengendali internal, artinya mereka harus mengontrol setiap dosen yang melaksanakan perkuliahan secara daring, sehingga lebih efektif dan lebih siap. (Ila/cr/shar)