Kuliah Daring Tidak Harus Sibuk Pilih Make Up
Nurul Azizah, mahasiswa S1 Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Unismuh Makassar.

MAKASSAR – Kuliah daring, siapa tidak mengenal kata daring? Singkatan dari kuliah dalam jaringan. Nah itu kepanjangannya.

Saat ini, bukan saja di Indonesia, tapi di seluruh dunia baik dalam dunia pendidikan, perkantoran, dan lainnya yang merupakan aktivitas mengumpulkan orang, semuanya dialihkan ke sistem daring.

Awal sebelum dikeluarkan surat edaran tentang kuliah daring ini, saya dan teman-teman senang dimana tak perlu mengeluarkan tenaga dan uang transportasi untuk pulang pergi kampus.

Tapi, berjalan dengan waktu, ternyata kuliah daring tidak seindah yang kita bayangkan.

Salah seorang mahasiswa S1 Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Unismuh Makassar Nurul Azizah,

Pada akhir pekan pertama April 2020 menegaskan, kuliah daring telah menghambat proses interaksi sosial bersama kawan-kawannya.

Kebijakan subsidi kuota diberikan kepada setiap mahasiswa Unismuh Makassar menurutnya, harus disyukuri dan berterima kasih kepada pihak birokrat kampus.

Namun, melihat kondisi kekinian sudah hampir sebulan kuliah daring otomatis membutuhkan kuota yang lebih, dan kemungkinan besar kuliah online ini akan berlangsung cukup lama.

Jadi subsidi Rp250 ribu itu menurutnya masih kurang, karena setiap daerah, akses internet beda-beda seharusnya masih perlu subsidi atau kebijakan lain dari kampus, tegas mahasiswa angkatan 2019 ini.

Kuliah daring ini jelas bermanfaat karena bisa menghemat BPP untuk semester depan, walaupun itu tidak dirasakan secara langsung sebab pemberiannya tidak tunai, jelasnya.

Selama ini proses penerimaan belajar online dirasakan tidak menemui kendala cukup berarti. Karena daerahnya masih termasuk gampang diakses internet.

Penerimaan materi kuliah juga cukup baik dan gampang dimengerti, tugasnya pun tidak terlalu banyak dan tidak memberatkan karena dosen paham betul keadaan para mahasiswa, ungkapnya.

Kelebihan kuliah daring, bisa mengikuti perkuliahan dimanapun dan dalam keadaan apapun. Selama kuota internet masih ada. Menghemat biaya transportasi.

Waktu masa perkuliahan juga lebih singkat dibanding kuliah sifatnya konvensional dan bisa melihat kembali/mereview materi karena biasanya dosen memberikan materi berupa modul bentuknya PDF atau materi yang bisa tersimpan dalam PC, katanya.

Belajar di rumah saja karena saya menerapkan hastag #dirumahsaja#. Sukanya kuliah tidak harus sibuk pilih-pilih outfit lah make up lah, hemat tranportasi juga, kuliah bisa sambil rebahan.

Kekurangan kuliah daring, sangat tergantung pada kuota internet dan jaringan. Interaksi sosial juga sangat terbatas. Kuliah online ini juga tidak semua mata kuliah diajarkan.karena, ada beberapa dosennya tidak pernah muncul daring. (*)