Kunjungi DPK Luwu, Kadis DPK Sulsel: Tingkatkan inovasi, performance kelembagaan
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Sulawesi Selatan Moh. Hasan, SH, MH, bersama dengan pejabat dan jajarannya melakukan kunjungan ke DPK Kabupaten Luwu, pada Kamis (14/1/2021).

LUWU—Menguatkan sinergi dan kinerja kelembagaan perpustakaan dan Kearsipan, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Sulawesi Selatan Moh. Hasan, SH, MH, bersama dengan pejabat dan jajarannya melakukan kunjungan ke DPK Kabupaten Luwu, pada Kamis (14/1/2021).

Kunjungan Kepala DPK sulsel disambut oleh Kepala DPK Kabupaten Luwu Rakhmat Arifuddin dan langsung melakukan peninjauan.

Kadis DPK Kabupaten Luwu mengarahkan Kepala DPK Provinsi Sulsel beserta jajarannya untuk melakukan peninjauan ke ruang layanan umum perpustakaan dan kearsipan serta mengunjungi taman baca yang berada di halaman belakang kantor.

Pada kesempatan itu Kadis DPK sulsel Moh. Hasan sekaligus bersilaturahmi dan menyapa pejabat struktural dan fungsional serta pegawai lingkup DPK Kabupaten Luwu yang ada di sana.

Pada kesempatan itu, Kadis DPK Provinsi Sulsel meminta seluruh jajaran DPK Kabupaten luwu Untuk memberikan inovasi dan meningkatkan performance kelembagaan serta memperkuat sinergi antara program yang ada di Provinsi.

“Tidak usah meminta apa-apa kepada pimpinan, perlihatkan saja kinerjamu, beri sentuhan-sentuhan, buat inovasi-inovasi di layanan perpustakaan maupun layanan kearsipan,” ungkapnya.

Ia juga menekankan agar setiap kegiatan yang dilakukan dapat dipublikasi agar masyarakat mengetahui apa yang telah dilakukan.

“Sesekali undang beliau para pimpinan datang melihat hasil kerja kita dan jangan lupa mainkan dipublikasi, sehingga masyarakat tahu apa yang kita perbuat,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala DPK Luwu Rakhmat Arifuddin menyampaikan terima kasih atas kunjungan kepala DPK Provinsi Sulsel beserta jajarannya dan bertekad mewujudkan paradigma baru perpustakaan.

“Tidak lagi seperti dulu, sekadar menyiapkan buku, lalu setelah itu selesai persoalan. Tidak seperti itu, kita berharap bagaimana buku itu menjadi alat pendidikan, alat budaya bagi masyarakat, demi kesejahteraan masyarakat, jadi perpustakaan harus bertransformasi dan harus berinklusi sosial,” ujarnya. (*)