LUWU — Suasana Kecamatan Larompong mendadak semarak. Sebanyak 110 anak usia 4 hingga 14 tahun unjuk kemampuan dalam Pekan Raya Festival Anak Sholeh yang digelar Latansa Bimbel bersama mahasiswa KKN UIN Alauddin Makassar Angkatan 78 Posko 1 Desa Komba, pada 14–19 April 2026.
Festival ini bukan sekadar lomba biasa. Sebanyak 14 cabang kompetisi digelar, mulai dari hafalan surah pendek, adzan, mewarnai, hingga cerdas cermat antar sekolah. Bahkan, lomba Rangking 1 untuk mata pelajaran Matematika, IPA, dan IPS ikut memanaskan persaingan.
Pengelola Latansa Bimbel, Epi Aresih Tangan, menegaskan kegiatan ini menjadi ruang pembinaan karakter sekaligus pengembangan potensi anak sejak dini.
“Latansa Bimbel tidak hanya menjadi tempat belajar, tapi juga wadah pengabdian. Ini bagian dari upaya mencerdaskan generasi, khususnya di Larompong,” ujarnya.
Mahasiswa KKN, Keisya Haliza, menyebut seluruh rangkaian lomba dirancang untuk mengasah kemampuan sekaligus membentuk karakter anak secara seimbang.
Hal senada disampaikan rekannya, Rizki R. Saputra. Ia menekankan konsep kegiatan dibuat ramah anak dengan pendekatan edukatif dan menyenangkan.
“Kami ingin anak-anak belajar tanpa tekanan, tapi tetap tumbuh percaya diri dan disiplin,” katanya.

Mahasiswa KKN Posko 1 Desa Komba terlibat penuh, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan kegiatan di lapangan, menjadikan festival ini sebagai bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat.
Apresiasi datang dari pemerintah desa. Anggota BPD Desa Komba, Andi Marlinawati, menilai kegiatan ini memberi dampak positif, tidak hanya bagi anak-anak, tetapi juga kehidupan sosial masyarakat.
“Kegiatan ini meramaikan masjid sekaligus menanamkan nilai kompetisi sehat dalam nuansa islami,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Komba, Suanto, menilai kolaborasi antara alumni dan mahasiswa menjadi contoh kuat sinergi antar generasi.
“Ini bukti nyata pengabdian di bidang pendidikan yang langsung dirasakan masyarakat,” katanya saat penutupan di Masjid Muhajirin Desa Komba.
Festival Anak Sholeh ini menjadi penanda bahwa pembinaan generasi tidak hanya soal akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan akhlak—fondasi penting bagi masa depan anak-anak di Larompong. (Cr/Ag4ys)
Citizen Reporter : Lathifa Sauqiyah Salman (Mahasiswa UINAM)







