MAKASSAR—Pemerintah Kota Makassar memperkuat transparansi penerimaan siswa baru melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026 yang kini terintegrasi dalam aplikasi LONTARA+.
Peluncuran sistem tersebut dipimpin langsung Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin di Lapangan Karebosi, Sabtu (2/5/2026), sebagai bagian dari upaya memperbaiki tata kelola penerimaan peserta didik.
Munafri menegaskan, pembaruan sistem dilakukan berdasarkan evaluasi pelaksanaan SPMB tahun sebelumnya yang masih menghadapi kendala teknis, termasuk gangguan server dan potensi ketidakpercayaan publik.
Menurutnya, persoalan server down sering kali memunculkan spekulasi adanya praktik titip-menitip atau intervensi tertentu dalam proses penerimaan siswa.
Karena itu, Pemkot Makassar melakukan pembenahan menyeluruh dengan menghadirkan sistem digital yang memungkinkan seluruh tahapan penerimaan dapat dipantau secara terbuka.
Melalui aplikasi LONTARA+, masyarakat dapat melihat proses pendaftaran, posisi seleksi, hingga hasil akhir secara real-time tanpa harus mendatangi sekolah tujuan.
Kepala Dinas Pendidikan Makassar Achi Soleman mengatakan, sistem ini juga didukung pembagian server khusus untuk tiap jenjang pendidikan, mulai PAUD, SD, hingga SMP.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan akses pengguna yang selama ini menjadi penyebab gangguan teknis saat pendaftaran berlangsung.
Pemkot Makassar berharap sistem baru ini mampu menghadirkan proses penerimaan siswa yang lebih adil, akuntabel, dan bebas dari praktik yang merugikan masyarakat.
Dengan keterbukaan akses informasi, pemerintah ingin memastikan seluruh proses SPMB berjalan transparan sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap layanan pendidikan. (Ag4ys)
LONTARA+ Jadi Andalan Pemkot Makassar Wujudkan SPMB Transparan 2026













