SIDRAP – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 116 Inovasi Desa Universitas Hasanuddin (Unhas), Rasliana Reski Amanda, menghadirkan metode pembelajaran bahasa Inggris yang menyenangkan bagi siswa SDN 15 Pangkajenne, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), melalui program English Fun Learning.
Program kerja individu tersebut dilaksanakan pada 20, 21, 22, dan 27 Juli 2026 dengan melibatkan sebanyak 87 siswa, terdiri atas 24 siswa kelas VI, 32 siswa kelas V, 19 siswa kelas IV, dan 10 siswa kelas III.
Kegiatan ini merupakan bagian dari kontribusi mahasiswa KKN-T Unhas dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan melalui pembelajaran bahasa Inggris yang interaktif, kreatif, dan berpusat pada siswa. Program dirancang untuk meningkatkan minat belajar, memperkaya penguasaan kosakata dasar, sekaligus membangun rasa percaya diri siswa dalam berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris.
Selama kegiatan berlangsung, siswa diajak mengikuti pembelajaran yang dikemas secara menarik. Materi yang diberikan meliputi self introduction, family, colors, numbers, dan parts of the body. Penyampaian materi didukung berbagai media pembelajaran seperti flashcard, gambar, lagu, permainan edukatif, hingga praktik percakapan sederhana.
Suasana belajar semakin hidup melalui berbagai permainan interaktif, seperti mencocokkan gambar dengan kosakata, kuis kelompok, tebak kata, dan latihan berbicara menggunakan ungkapan sederhana. Pendekatan tersebut membuat siswa tidak hanya menghafal kosakata, tetapi juga memahami penggunaannya dalam komunikasi sehari-hari.
Pihak SDN 15 Pangkajenne mengapresiasi pelaksanaan program tersebut karena dinilai mampu menciptakan suasana belajar yang lebih aktif dan menyenangkan.
“Anak-anak terlihat sangat antusias mengikuti kegiatan. Pembelajaran melalui permainan membuat mereka lebih mudah memahami materi dan lebih percaya diri menggunakan bahasa Inggris,” ujar salah seorang guru SDN 15 Pangkajenne.
Rasliana Reski Amanda berharap program yang dijalankannya dapat memberikan pengalaman belajar yang berkesan sekaligus menumbuhkan motivasi siswa untuk terus mempelajari bahasa Inggris sejak dini.
“Melalui program English Fun Learning, saya berharap siswa tidak lagi menganggap bahasa Inggris sebagai pelajaran yang sulit. Sebaliknya, mereka dapat belajar dengan cara yang menyenangkan, lebih percaya diri, dan termotivasi untuk terus mengembangkan kemampuan bahasa Inggris sejak usia dini,” katanya.
Pelaksanaan program mendapat dukungan penuh dari pihak sekolah. Para guru turut mendampingi siswa selama proses pembelajaran sehingga kegiatan berjalan lancar dan interaktif.
Melalui program English Fun Learning, mahasiswa KKN-T Gelombang 116 Inovasi Desa Unhas berharap dapat meningkatkan kemampuan komunikasi dasar siswa dalam bahasa Inggris sekaligus memperkuat semangat belajar mereka sebagai bekal menghadapi tantangan pendidikan di masa mendatang. Program ini juga menjadi bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung terwujudnya pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan. (Mp/Ag4ys)
Citizen Reporter: Ismail Alrip (Dosen FH Unhas)













