MAKASSAR—Kota Makassar kembali menunjukkan ambisinya menjadi pusat pariwisata dan industri perjalanan di kawasan timur Indonesia. Hal itu terlihat saat ratusan pelaku industri wisata dari seluruh Indonesia berkumpul dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II ASITA 2026 di Ballroom Lily, Four Points by Sheraton Makassar, Kamis (7/5/2026).
Forum nasional yang mengusung tema “Strengthening Indonesian Tourism Through Partnership” itu menjadi momentum penting memperkuat kolaborasi pemerintah dan industri wisata di tengah tren kebangkitan sektor pariwisata nasional sepanjang 2026.
Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, yang juga bertindak sebagai Ketua Panitia Rakernas II ASITA 2026 menegaskan, pelaksanaan Rakernas bukan sekadar agenda organisasi, melainkan peluang strategis mengangkat posisi Makassar sebagai hub pariwisata Indonesia Timur.
Menurut Aliyah, kehadiran lebih dari 200 pelaku biro perjalanan wisata dari berbagai daerah membawa dampak langsung terhadap promosi destinasi, perputaran ekonomi daerah, hingga penguatan sektor UMKM lokal.
“Rakernas ini bukan hanya forum internal organisasi, tetapi momentum memperkenalkan potensi wisata Makassar dan Sulawesi Selatan kepada pelaku industri nasional,” ujarnya.
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai agenda strategis mulai dari rapat koordinasi nasional yang diikuti 23 DPD ASITA se-Indonesia, diskusi penguatan industri wisata, hingga promosi budaya lokal.
Salah satu agenda yang paling mencuri perhatian yakni Sunset Sailing and Cultural Night Dinner di atas Kapal Pinisi. Dalam kegiatan tersebut, peserta disuguhkan pertunjukan budaya khas Sulawesi Selatan seperti ritual Bissu dan atraksi Angngaru yang menjadi bagian promosi budaya daerah kepada pelaku industri wisata nasional.
Selain itu, peserta juga dijadwalkan mengikuti post tour untuk melihat langsung destinasi unggulan Kota Makassar sekaligus mengenalkan produk UMKM lokal kepada para delegasi Rakernas.
Sementara itu, Wakil Menteri Pariwisata RI, Ni Luh Enik Ermawati, membeberkan tren positif sektor pariwisata nasional sepanjang triwulan pertama 2026.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kunjungan wisatawan mancanegara periode Januari–Maret 2026 mencapai 3,44 juta kunjungan atau tumbuh 8,62 persen. Sementara perjalanan wisatawan nusantara melonjak 13,14 persen dengan total mencapai 319,51 juta perjalanan.
Menurut Ni Luh, capaian tersebut menjadi sinyal bahwa sektor pariwisata Indonesia tetap tumbuh meski menghadapi tantangan global, termasuk tingginya harga tiket penerbangan.
Karena itu, ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan sektor swasta dalam memperkuat promosi wisata, pengembangan paket perjalanan, hingga inovasi industri pariwisata nasional.
Dukungan serupa juga datang dari Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi. Ia menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam memperkuat sektor pariwisata melalui pembangunan infrastruktur, pengembangan desa wisata, digitalisasi promosi, hingga peningkatan kualitas SDM pariwisata.
“Rakernas ASITA ini menjadi ruang lahirnya gagasan dan inovasi baru untuk memperkuat industri pariwisata nasional,” katanya.
Ketua Umum DPP ASITA, Nunung Rusmiati, turut mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Makassar dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang dinilai serius mendorong pertumbuhan industri perjalanan wisata nasional.
Rakernas II ASITA 2026 turut dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar, Achmad Hendra Hakamuddin, Kepala Dinas Kominfo Kota Makassar, Muhammad Roem, Direktur Politeknik Pariwisata Makassar Herry Rachmat Widjaja, serta seluruh Ketua DPD ASITA se-Indonesia. (Ag4ys)














