Beranda ยป Sulsel ยป Mendagri Tjahjo Kumolo Puji Prestasi Gubernur Sulsel
Sulsel

Mendagri Tjahjo Kumolo Puji Prestasi Gubernur Sulsel

JAKARTA — Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo memuji prestasi Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo (SYL). Pujian tersebut diutarakan saat SYL menjadi narasumber acara Pembekalan Kepemimpinan Pemerintah Dalam Negeri Angkatan III Tahun 2017 yang dilaksanakan Kementerian Dalam Negeri, di Balai Diklat Kemdagri Kantor Kemendagri.

“Saya meminta kepala daerah meniru Gubernur Sulsel untuk dapat berpretasi,” kata Tjahjo.

Mendagri juga minta kepala daerah fokus membangun keunggulan daerah.

SYL sendiri selama dua periode kepemimpinan telah meraih sebanyak 233 penghargaan. Terakhir menerima Penganugerahan Predikat Kepatuhan Tinggi dari Ombudsman Republik Indonesia di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Selasa pagi (05/12) kemarin.

Pada kesempatan ini, dia tampil dengan materi “Peningkatan Daya Saing Daerah dalam Rangka Percepatan Pembangunan Nasional 2018”.

Dalam pemaparannya terkait isu pembangunan daerah, yang perlu diperhatikan dan dilakukan, yaitu penguatan konektivitas, interkoneksi dan pengembangan logistik.

Selain itu, penting dilakukan pengembangan pengelolaan kawasan serta reduksi ketimpangan wilayah pendapatan dan penanggulangan kemiskinan.

Serta upaya swasembada dan ketahanan pangan, kedaulatan energi, pengembangan pariwisata dan kerjasama kepariwisataan.

Kemaritiman, pengelolaan pulau-pulau kecil, wilayah terluar dan perbatasan. Juga penguatan daya saing, inovasi pengetahuan dianggapnya penting.

SYL juga menyebutkan beberapa faktor daya saing ekonomi, berdasarkan World Economic Index, terpuruknya daya saing disebabkan oleh beberapa faktor menonjol. Diantaranya, tidak kondusifnya kondisi ekonomi makro, buruknya kualitas kelembagaan publik dalam menjalanka fungsinya sebagai fasilitator dan pusat pelayanan. Lemahnya kebijakan pengembangan teknologi dalam memfasilitasi kebutuhan peningkatan produktivitas.

“Ini juga dipengaruhi oleh rendahnya efisiensi usaha pada tingkat operasional perusahaan serta lemahnya iklim persaingan usaha,” papar Syahrul YL.

Untuk meningkatkan daya saing ekonomi suatu daerah, perlu dilakukan agenda reformasi birokrasi dengan sasaran pemerintahan yang efektif dan efisien. Pemerintahan berbasis informasi dan teknologi (IT). Hadirnya aparatur yang kompeten dan kompetitif. Serta hadirnya pemerintahan partisipatif dan melayani.

Adapun tujuan dari reformasi birokrasi menurut Gubernur Sulsel ini, hadirnya birokrasi yang bersih dari KKN serta terciptanya birokrasi yang akuntabel dan melayani publik secara prima.

Sedangkan untuk strategi terintegrasi pengentasan kemiskinan dan kesenjangan pertumbuhan yang inklusi dan berkualitas, pemerintah perlu melakukan beberapa hal. Seperti, peningkatan produktivitas, peningkatan daya saing, tata kelola yang baik, serta institusi yang bersih dan efisien.

Pada kesempatan tersebut, SYL juga menyampaikan indikator makro Sulsel tahun 2018 dengan sasaran, pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) 8,3 persen. Laju inflasi 4,5-2,5 persen.

“PDRB perkapita penduduk Rp60,20 juta, presentase penduduk miskin 8,24 persen,” sebut Syahrul YL.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sulsel pada angka 70,98 hingga 71,60. Sedangkan target jumlah wisatawan mancanegara sebanyak 153.000 dan wisatawan nusantara sebanyak 9,5 juta orang. [*/4LD]